Welcome

Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....


Minggu, 18 Mei 2014

Si Dingin

Diposting oleh Unknown di 15.48
Dingin itulah kamu. Dingin itulah ciri khasmu. Dan dingin itulah yang membedakanmu dengan sosok pria lain.

Hey Tuan Es!

Hey Tuan Es bagaimana kabarmu? Sedang apa? Sudah makan? Bagaimana dengan pekerjaanmu disana? Aku rindu mendengar segala coletahanmu dan keluh kesahmu. Aku rindu bertukar fikiran denganmu. Aku rindu membicarakan tentang masa depan kita. Ya kita; aku dan kamu. Semoga itu bukan sekedar harapan kosongmu kepadaku.

Hey Tuan Es mengapa kamu terus memberiku harapan disaat aku tak lagi ingin berharap? Aku sangat mengenalmu Tuan Es. Tujuh tahun bukan waktu yang sebentar untuk ku mengenal sosok dirimu. Dengan begitu banyak cerita silih berganti diantara kita.

Hey Tuan Es. Maaf bila aku tak bisa jauh darimu bukannya aku tak bisa. Kamu yang membuatku terlalu bergantung kepada dirimu. Andai setelah kejadian yang lalu-lalu kamu tak selalu mencariku kembali, mungkin aku masih bisa jauh darimu. Namun sekarang semuanya sudat terlambat Tuan Es dan kamu harus bertanggung jawab. Ya bertanggung jawab atas kesendirinku sekarang, bertanggung jawab atas keyakinan hatiku untukmu.

Hey Tuan Es aku tak akan marah dan kecewa bila sekarang kita saling berjauhan dan lost contact, tapi aku mohon Tuan Es datanglah kembali; mencariku. Seperti yang sudah kamu lakukan selama tujuh tahun ini. Tuan Es datanglah kembali dengan semua janji-janji yang akan kamu buktikan.

Hey Tuan Es jangan terlalu lama menghilang, jangan lagi menunda kebersamaan kita, jangan biarkan rasa sayang di antara kita berdua membuat kita semakin tersiksa.

Dari si Panas yang merindukan

si Dingin....

0 komentar:

Posting Komentar

Minggu, 18 Mei 2014

Si Dingin

Diposting oleh Unknown di 15.48
Dingin itulah kamu. Dingin itulah ciri khasmu. Dan dingin itulah yang membedakanmu dengan sosok pria lain.

Hey Tuan Es!

Hey Tuan Es bagaimana kabarmu? Sedang apa? Sudah makan? Bagaimana dengan pekerjaanmu disana? Aku rindu mendengar segala coletahanmu dan keluh kesahmu. Aku rindu bertukar fikiran denganmu. Aku rindu membicarakan tentang masa depan kita. Ya kita; aku dan kamu. Semoga itu bukan sekedar harapan kosongmu kepadaku.

Hey Tuan Es mengapa kamu terus memberiku harapan disaat aku tak lagi ingin berharap? Aku sangat mengenalmu Tuan Es. Tujuh tahun bukan waktu yang sebentar untuk ku mengenal sosok dirimu. Dengan begitu banyak cerita silih berganti diantara kita.

Hey Tuan Es. Maaf bila aku tak bisa jauh darimu bukannya aku tak bisa. Kamu yang membuatku terlalu bergantung kepada dirimu. Andai setelah kejadian yang lalu-lalu kamu tak selalu mencariku kembali, mungkin aku masih bisa jauh darimu. Namun sekarang semuanya sudat terlambat Tuan Es dan kamu harus bertanggung jawab. Ya bertanggung jawab atas kesendirinku sekarang, bertanggung jawab atas keyakinan hatiku untukmu.

Hey Tuan Es aku tak akan marah dan kecewa bila sekarang kita saling berjauhan dan lost contact, tapi aku mohon Tuan Es datanglah kembali; mencariku. Seperti yang sudah kamu lakukan selama tujuh tahun ini. Tuan Es datanglah kembali dengan semua janji-janji yang akan kamu buktikan.

Hey Tuan Es jangan terlalu lama menghilang, jangan lagi menunda kebersamaan kita, jangan biarkan rasa sayang di antara kita berdua membuat kita semakin tersiksa.

Dari si Panas yang merindukan

si Dingin....

0 komentar on "Si Dingin"

Posting Komentar

About

blogspot tutorial,blog,tips blogging

Blogroll

My Blog List

Blogger templates

Blogger news

 

My World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review