Welcome

Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....


Minggu, 18 Mei 2014

Jatuh Cinta Berulang Kali dengan Orang yang Sama (Part 1)

Diposting oleh Unknown di 00.48


Ntah itu cinta atau bukan. Ntah sayang atau hanya perasaan kagum... tak ada yang namanya jatuh cinta berulang kali dengan orang yang sama. Tak ada cinta yang tumbuh pada orang sama namun aku merasakan ini pada dia. Dia yang ku fikir tak akan berarti apa-apa untuk hidupku tapi ternyata dia adalah alasan aku bangkit. Dia yang ku kira tak akan pernah ada cinta pada orang yang sama tapi dia mampu membuat ku selalu jatuh cinta kembali kepadanya.

*Bruuuk* suara tas yang aku lempar ke tempat tidur. Capeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee! Ntah mengapa dunia kuliah yang aku jalani sekarang tak seindah bayangan aku sewaktu masa sekolah. Huft. Aku menatap layar handphone. Kosong. Sepi. Tak ada notif. Yaiyalah jomblo hahahaha.

Entah mengapa untuk saat ini aku malas memulai hubungan dengan seseorang yang baru. Mungkin karena dia. Ya dia. Dia yang meminta aku untuk menunggu. Dia yang secara tiba-tiba hadir di kehidupan aku.

***

Enam tahun yang lalu (2008)

*Bbbrrrrrttt* handphone ku bergetar, satu pesan ku terima. Tertera sebuah nomer tanpa  nama. Siapa? Satu kata yang tiba-tiba muncul di benakku. Aku pun memutuskan untuk membalasnya.

“Hai”

“Ini siapa?”

“Ini Doni, ini Alifa bukan?”

Akhirnya pesan singkat yang hanya berawal dari sapaan ‘hai’ berlanjut hingga hari ini. Ya, aku mengenalnya hanya lewat satu kata ‘hai’. Perkenalan kita berlanjut setelah pesan singkat itu hadir di handphoneku. Kita semakin sering bertukar kabar, bertukar cerita, dan akhirnya perasaan itu hadir... perasaan yang awalnya tidak mungkin hadir untuknya...

Beberapa hari perkenalan kita, dia mengajakku bertatap muka. Ini pertama kali kita bertemu setelah beberapa hari bertukar kabar hanya melalui pesan singkat. Setelah pertemuan itu, hubungan kita semakin dekat hingga akhirnya dia menyatakan perasaannya dan meminta aku untuk menjadi seseorang yang spesial di hatinya. Seneeeeeeeng! Ternyata perasaan ku tak bertepuk sebelah tangan. Dan akhirnya hari itu menjadi hari ‘jadian’ kita.

Seminggu setelah hari jadi kita, dia menghilang tak ada kabar. Aku pun memutuskan bahwa hubungan kita telah berakhir walau tak ada kata ‘pisah’ diantara kita berdua, dan aku menjalin kembali hubungan dengan seseorang yang baru. Berharap aku dapat melupakannya. Namun, beberapa bulan setelah dia menghilang, ada nomer asing yang menghubungiku.

“Ini Alifa?” ujarnya dalam ranjutan kata

“Iya, ini siapa?”

“Ini Heri temennya Doni” Jleeeeeeeeeeeeeebbbb! Mengingat kembali nama itu. Rasanya mengulang kembali hal yang sudah aku coba untuk lupakan.

“Oh iya, ada apa?”

“Ngga ada apa apa kok, lagi apa?”

Hubungan aku dengan Heri pun menjadi dekat sebagai kakak adik. Walau ku fikir rasanya aneh namun aku merasa nyaman Heri menjadi ‘kakak-kakakan’ aku saat itu. Setahun sudah dia menghilang. Dan hampir setahun pula aku dekat dengan temannya. Ntah mengapa aku merasa biasa saja dengan temen Heri walau awalnya aku berfikir bahwa aku akan menyukai teman Heri tapi ternyata tidak pernah ada perasaan spesial yang hadir. 

Suatu hari Doni menghubungiku menggunakan nomernya Heri. Antara senang, kesel, sedih, kecewa semua campur aduk menjadi satu. Satu pertanyaan yang muncul dibenakku ‘kenapa baru sekarang?’ setelah sekian lama aku mengenal Heri dan deket tapi kenapa baru sekarang Doni mencoba mengubungiku?:”)

“Apa kabar fa?” kata-kata yang sangat ingin aku dengar dari setahun yang lalu:')

“Baik kok Don, kemana aja?”

“Maaf aku ngilang begitu aja, aku sakit aku ngga mau buat kamu khawatir sama keadaan aku”

“Sakit apa?”

“Cuma sakit biasa aja kok”

“Sakit biasa tapi sampai ngga ngabarin?”

“Kan udah aku bilang aku ngga mau buat kamu khawatir”

“Tapi paling ngga kabarin kek biar aku ngga khawatir, biar aku ngga nyariin. Kamu kaya gini malah buat aku khawatir tau ngga sih”

“Iya aku tau kok aku salah udah berbuat kaya gitu”

“Bodoh, bodoh, bodoh banget sih kamu!”

“Kamu tuh cuma orang asing yang hadir dikehidupan aku dan ngerubah kehidupan aku!” Orang asing? Ngerubah kehidupan dia? Ntahlah aku tak mengerti apa maksud dia saat itu... Dan akhirnya percakapan kita berakhir dengan pertengkaran...

“Kenapa sama Doni?”

“Kenapa apanya?”

“Berantem ya?”

“Tanya aja sama dia” Huft. Kangen banget padahal tapi malah berakhir dengan perdebatanL. Keesokan harinya Doni menghubungiku kembali menggunakan nomernya sendiri.

“Fa”

“Ini siapa?”

“Ini aku Doni, aku minta maaf ya buat kejadian kemarin”

“Iya gapapa kok, aku juga minta maaf udah ngatain kamu bodoh”

“Hahaha gpp kok aku emang bodoh, bener yang kamu bilang” 

Dan akhirnya kita pun berbaikan dan kembali dekat... Namun ada yang aneh ketika Doni hadir kembali Heri menjauh dari aku. Aku pun memutuskan untuk menghubunginya terlebih dahulu.

“Heh, kemana aja Her?”

“Ngga kemana-mana kok, gimana sama Doni?”

“Baik-baik aja kok, kita kaya dulu lagi hehe”

“Bagus deh berarti tugas gua ngga sia-sia”

“Tugas?Maksudnya?”

“Lu ngga tau? Doni kan nitipin lu sama gua selama hampir setahun ini, awalnya Doni mau ngehubungi lu  langsung tapi dia ngerasa bersalah dan ngerasa ngga enak kalo tiba-tiba hadir lagi di kehidupan lu, akhirnya dia nyuruh gua buat jagain lu”

Hmmm rasanyaaaaa.... Ternyata selama ini Doni tak pernah menghilang, dia mengawasi ku dari jauh... Ada rasa bersalah mengapa waktu itu aku malah berusaha untuk melupakannya. Dan memilih menjalin hubungan dengan orang lain.


Saat ini aku masih menjalin hubungan dengan seseorang bernama Dion dan ketika aku kembali dekat lagi dengan Doni aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ku dengan Dion. Jahat memang. Namun aku tak bisa membohongi perasaan ku lebih lama dan lebih jauh lagi. Aku menyayangi Doni. Dan masih menyayangi Doni hingga hari ini. Lebih baih aku jujur dari sekarang daripada aku terus berpura-pura menyayangi Dion...

5 Juli 2010

Doni menanyakan hal yang tak kusangka...

“Fa sampe kapan kita htsan terus?”

“Ngga tau Don, aku sih terserah kamu aja”

“Masih mau jadi orang spesial lagi di hidup aku?”

“Mau Don hehe”

“Akhirnya... aku kira aku bakal di tolak sejak kejadian dua tahun yang lalu, jadi kita balikan?”

“Hmmm, menurut Doni?:p”

“Menurut Doni iya:P”

Akhirnya saat itu aku kembali menjalin hubungan dengan Doni... Rencana Tuhan memang tak pernah ada yang tau... Sehari setelah kita kembali Doni meminta relationship di facebook. Aku kaget. Aku fikir dia tak akan melakukan itu, karena Doni termasuk pria yang cuek dan tak terlalu suka bermain sosial media. Namun ternyata Doni tetap mengakui aku sebagai pasangannya hahaha.

Aku fikir setelah kita kembali Doni akan berubah namun ternyata Doni tetap sama. Tetap Doni yang sama seperti awal aku mengenalnya tak ada sedikit pun yang berubah. Tetap pria cuek, dingin dan seadanya tapi entah mengapa sifat itu yang membuat Doni berbeda dengan pria lainnya. Kita hanya ber-smsan dari Doni sepulang sekolah hingga jam 10 malam. Disekolah Doni tak pernah membawa hp. Memang hubungan ku dengan Doni tak seperti layaknya pasangan yang lain, yang selalu ber-smsan. Tapi justru itu yang membuat aku selalu merasa waktu bersamanya menjadi waktu yang berharga. Aku selalu merasakan rindu. Tak pernah merasa bosan. Walau hubungan kita flat dan tak banyak yang istimewa. Namun kesederhaan itu yang membuat aku bahagia. Hubungan ku memang tak mainstream seperti pasangan yang lainnya. Yang rajin bertemu. Kita bertemu sebulan sekali karena memang waktu itu kita baru menginjak masa putih abu-abu. Masih malu-malu. Masih belum mengerti bagaimana menjalin hubungan yang sebenarnya. Walau saat itu aku sudah menjalin hubungan dengan beberapa pria lain namun aku masih polos belum mengerti apa sebenarnya itu ‘pacaran’ dan bagaimana menjalankan ‘pacaran’ itu hahaha.

Tak terasa 5 bulan telah berlalu. Dan selama 5 bulan pun tak pernah ada masalah yang berarti di hubungan kita. Doni selalu mengalah, selalu menghargaiku sebagai pasangannya, tak jarang aku mengecek facebooknya untuk tau berhubungan dengan siapa saja dia dan ternyata tak pernah ada hal yang membuat ku merasa cemburu. Aku heran namun senang. Aku merasa bahwa Doni tau bahwa aku termasuk wanita yang sangat pencemburu. Doni sangat menjaga perasaanku. Satu nilai tambah dari sisi Doni, dia tahu bagaimana caranya menjaga perasaan wanita. Walau tak bisa dipungkiri banyak wanita yang mencoba mendekatinya namun Doni selalu bisa menghindar. Terkadang sifat dingin dan cuek Doni memang keterlaluan.

Ingin rasanya aku melewati pergantian tahun dengan Doni. Namun harapan ku kandas karena Doni tiba-tiba menghilang (lagi). Aku berusaha untuk menghubunginya namun tak pernah mendapat jawaban. Aku merasa bodoh memberikan kesempatan kepada Doni. Membiarkan dia melakukan hal ini (lagi) kepada ku.

Dua bulan berlalu, Doni menghubungiku melalui facebook. Dia hadir tanpa rasa bersalah. Seolah-olah tak ada hal yang terjadi di antara kita. Jahat bukna? Tapi ntah mengapa aku selalu mempercayainya, selalu bisa memaafkan dan menerimanya kembali. Mungkinkah ini cinta? Ku akui memang Doni pacar pertama ku walau dia bukan orang pertama kali aku sayang. Namun semenjak ada dia aku mampu melupakan ‘orang yang kusayang pertama kali’. Mungkinkah Doni cinta pertama ku?

Doni hanya menghubungiku saat itu saja kemudian menghilang kembali. Dan aku memutuskan untuk menunggu dia kembali... Enam bulan sudah berlalu aku tetap bertahan dengan kesendirian ku. Hingga suatu hari aku berkenalan dengan seseorang bernama Tian. Kita mulai dekat dan saling berbagi cerita. Dan aku bercerita tentang Doni ke Tian karena aku berfikir Tian memiliki fikiran yang dewasa. Tian menasehatiku agar aku belajar melupakan Doni dan mencoba membuka hati untuk yang baru dan akhirnya aku mulai mencoba membuka hati yang baru yaitu Tian. Walau jujur pada saat itu aku tak memiliki perasaan apa pun kepada Tian. Meski aku sudah mempunyai pria lain di sisiku tapi pria itu hanya mampu menggantikan disisiku bukan dihatiku. Seberusaha apapun aku mencoba menyayangi pria lain tapi itu justru membuat perasaan ku semakin terluka. Ragaku bersama dengan yang lain. Namun hati dan fikiranku hanya kepada Doni. Walau di luar sana belum tentu Doni merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan.

Dua minggu setelah aku mencoba berjalan dengan Tian, Doni kembali. Ntah mengapa Doni selalu bisa menemukan dan menghubungiku kembali walau saat itu aku sudah berganti nomer berulang kali. Doni hadir membawa luka lama. Luka yang seharusnya kering kini kembali basah.

“Fa”

“Don?”

Aku sudah hafal bagaimana cara Doni dihidupku, cara dia memanggilku amat berbeda dengan yang lainnya. Itu yang membuat ku mampu mengenalinya walau dia tak menyebutkan nama terlebih dahulu...

“Maaf udah ngilang lagi aku udah ngulang kesalahan yang sama”

“Udahlah ngga usah dibahas lagi udah biasa”

“Aku tau kamu marah tapi aku punya alasan”

“Alasan?Alasan apa lagi?”

“Aku ketahuan pacaran sama bokap dan aku disuruh milih kamu atau keluarga aku. Jujur saat itu aku ngga bisa milih mangkanya aku ngejauh dari kamu aku ngga tau harus ngomong apa ke kamu, bagi aku kalian berdua sama sama penting”

“Tapi akhirnya kamu udah milih kan? Kamu milih keluarga kamu tanpa ngasih penjelasan sedikit pun ke aku!”

“Aku tau kamu marah banget sama aku tapi aku minta jangan jauhin aku, aku ngga bisa jauh dari kamu”

“Alibi”

“Kalau aku alibi kenapa sekarang aku ngehubungi kamu lagi? Kenapa aku susah payah nyari nomer kamu? Kenapa aku selalu muncul lagi dikehidupan kamu? Itu karena aku ngga bisa jauh dari kamu walau aku suka ngilang tapi bukan berarti aku udah ngga sayang kamu”

Jleeeeeb! Dia bener kalo dia ngga butuh aku, dia ngga mungkin ngehubungin aku lagi walau aku udah berganti nomer berulang kali.

“Udah ah aku males”

“Udah punya cowo lagi?”

“Udah, kamu sendiri udah punya cewe lagi?”

“Kenapa sih ngga bisa nunggu aku? Kenapa harus punya cowo lagi? Belum, semenjak pisah dari kamu aku ngga pernah berfikir untuk memulai lagi sama cewe lain”

“Masih nanya kenapa? Ngga bisa nunggu? Asal kamu tau aku udah nunggu kamu setengah tahun! Aku selalu nunggu kamu buat datang dan ngejelasin semuanya! Sekarang aku tanya kenapa kamu selalu hadir disaat aku mau ngelupain kamu? Yakin ngga pernah memulai lagi sama cewe lain?”

“Karena aku  ngga mau kamu ngelupain aku karena aku ngga pernah bisa ngelupain kamu. Kamu kerumah aku aja tanya langsung sama mama aku, apa pernah aku dekat sama cewe lain selain sama kamu.” Percakapan ini membuat aku mengulang kembali semua rasa sakit itu. Membuat ku merasakan kembali arti menunggu. Dan seperti biasa percakapan kita selalu berhenti dengan perdebatan.

Ada sebuah pepatah ‘bila dia pergi tanpa alasan jangan biarkan dia kembali dengan alasan’ namun pepatah ini tak berlaku untuk Doni. Aku selalu merasa apa yang diutarakan Doni selalu jujur walau aku tak ingin mempercayai itu tapi hati ku mempercayainnya. Bodoh kan? Memang bodoh. Namun apa daya aku pun tak bisa membohongi hatiku. Doni selalu mampu membuat aku jatuh cinta berulang kali kepadanya. Jujur aku tak pernah seperti ini kepada pria lainnya. Bagi aku kalau udah pisah ya udah tapi ntah mengapa itu semua mampu jadi pengecualian untuknya.

*TBC*

0 komentar:

Posting Komentar

Minggu, 18 Mei 2014

Jatuh Cinta Berulang Kali dengan Orang yang Sama (Part 1)

Diposting oleh Unknown di 00.48


Ntah itu cinta atau bukan. Ntah sayang atau hanya perasaan kagum... tak ada yang namanya jatuh cinta berulang kali dengan orang yang sama. Tak ada cinta yang tumbuh pada orang sama namun aku merasakan ini pada dia. Dia yang ku fikir tak akan berarti apa-apa untuk hidupku tapi ternyata dia adalah alasan aku bangkit. Dia yang ku kira tak akan pernah ada cinta pada orang yang sama tapi dia mampu membuat ku selalu jatuh cinta kembali kepadanya.

*Bruuuk* suara tas yang aku lempar ke tempat tidur. Capeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee! Ntah mengapa dunia kuliah yang aku jalani sekarang tak seindah bayangan aku sewaktu masa sekolah. Huft. Aku menatap layar handphone. Kosong. Sepi. Tak ada notif. Yaiyalah jomblo hahahaha.

Entah mengapa untuk saat ini aku malas memulai hubungan dengan seseorang yang baru. Mungkin karena dia. Ya dia. Dia yang meminta aku untuk menunggu. Dia yang secara tiba-tiba hadir di kehidupan aku.

***

Enam tahun yang lalu (2008)

*Bbbrrrrrttt* handphone ku bergetar, satu pesan ku terima. Tertera sebuah nomer tanpa  nama. Siapa? Satu kata yang tiba-tiba muncul di benakku. Aku pun memutuskan untuk membalasnya.

“Hai”

“Ini siapa?”

“Ini Doni, ini Alifa bukan?”

Akhirnya pesan singkat yang hanya berawal dari sapaan ‘hai’ berlanjut hingga hari ini. Ya, aku mengenalnya hanya lewat satu kata ‘hai’. Perkenalan kita berlanjut setelah pesan singkat itu hadir di handphoneku. Kita semakin sering bertukar kabar, bertukar cerita, dan akhirnya perasaan itu hadir... perasaan yang awalnya tidak mungkin hadir untuknya...

Beberapa hari perkenalan kita, dia mengajakku bertatap muka. Ini pertama kali kita bertemu setelah beberapa hari bertukar kabar hanya melalui pesan singkat. Setelah pertemuan itu, hubungan kita semakin dekat hingga akhirnya dia menyatakan perasaannya dan meminta aku untuk menjadi seseorang yang spesial di hatinya. Seneeeeeeeng! Ternyata perasaan ku tak bertepuk sebelah tangan. Dan akhirnya hari itu menjadi hari ‘jadian’ kita.

Seminggu setelah hari jadi kita, dia menghilang tak ada kabar. Aku pun memutuskan bahwa hubungan kita telah berakhir walau tak ada kata ‘pisah’ diantara kita berdua, dan aku menjalin kembali hubungan dengan seseorang yang baru. Berharap aku dapat melupakannya. Namun, beberapa bulan setelah dia menghilang, ada nomer asing yang menghubungiku.

“Ini Alifa?” ujarnya dalam ranjutan kata

“Iya, ini siapa?”

“Ini Heri temennya Doni” Jleeeeeeeeeeeeeebbbb! Mengingat kembali nama itu. Rasanya mengulang kembali hal yang sudah aku coba untuk lupakan.

“Oh iya, ada apa?”

“Ngga ada apa apa kok, lagi apa?”

Hubungan aku dengan Heri pun menjadi dekat sebagai kakak adik. Walau ku fikir rasanya aneh namun aku merasa nyaman Heri menjadi ‘kakak-kakakan’ aku saat itu. Setahun sudah dia menghilang. Dan hampir setahun pula aku dekat dengan temannya. Ntah mengapa aku merasa biasa saja dengan temen Heri walau awalnya aku berfikir bahwa aku akan menyukai teman Heri tapi ternyata tidak pernah ada perasaan spesial yang hadir. 

Suatu hari Doni menghubungiku menggunakan nomernya Heri. Antara senang, kesel, sedih, kecewa semua campur aduk menjadi satu. Satu pertanyaan yang muncul dibenakku ‘kenapa baru sekarang?’ setelah sekian lama aku mengenal Heri dan deket tapi kenapa baru sekarang Doni mencoba mengubungiku?:”)

“Apa kabar fa?” kata-kata yang sangat ingin aku dengar dari setahun yang lalu:')

“Baik kok Don, kemana aja?”

“Maaf aku ngilang begitu aja, aku sakit aku ngga mau buat kamu khawatir sama keadaan aku”

“Sakit apa?”

“Cuma sakit biasa aja kok”

“Sakit biasa tapi sampai ngga ngabarin?”

“Kan udah aku bilang aku ngga mau buat kamu khawatir”

“Tapi paling ngga kabarin kek biar aku ngga khawatir, biar aku ngga nyariin. Kamu kaya gini malah buat aku khawatir tau ngga sih”

“Iya aku tau kok aku salah udah berbuat kaya gitu”

“Bodoh, bodoh, bodoh banget sih kamu!”

“Kamu tuh cuma orang asing yang hadir dikehidupan aku dan ngerubah kehidupan aku!” Orang asing? Ngerubah kehidupan dia? Ntahlah aku tak mengerti apa maksud dia saat itu... Dan akhirnya percakapan kita berakhir dengan pertengkaran...

“Kenapa sama Doni?”

“Kenapa apanya?”

“Berantem ya?”

“Tanya aja sama dia” Huft. Kangen banget padahal tapi malah berakhir dengan perdebatanL. Keesokan harinya Doni menghubungiku kembali menggunakan nomernya sendiri.

“Fa”

“Ini siapa?”

“Ini aku Doni, aku minta maaf ya buat kejadian kemarin”

“Iya gapapa kok, aku juga minta maaf udah ngatain kamu bodoh”

“Hahaha gpp kok aku emang bodoh, bener yang kamu bilang” 

Dan akhirnya kita pun berbaikan dan kembali dekat... Namun ada yang aneh ketika Doni hadir kembali Heri menjauh dari aku. Aku pun memutuskan untuk menghubunginya terlebih dahulu.

“Heh, kemana aja Her?”

“Ngga kemana-mana kok, gimana sama Doni?”

“Baik-baik aja kok, kita kaya dulu lagi hehe”

“Bagus deh berarti tugas gua ngga sia-sia”

“Tugas?Maksudnya?”

“Lu ngga tau? Doni kan nitipin lu sama gua selama hampir setahun ini, awalnya Doni mau ngehubungi lu  langsung tapi dia ngerasa bersalah dan ngerasa ngga enak kalo tiba-tiba hadir lagi di kehidupan lu, akhirnya dia nyuruh gua buat jagain lu”

Hmmm rasanyaaaaa.... Ternyata selama ini Doni tak pernah menghilang, dia mengawasi ku dari jauh... Ada rasa bersalah mengapa waktu itu aku malah berusaha untuk melupakannya. Dan memilih menjalin hubungan dengan orang lain.


Saat ini aku masih menjalin hubungan dengan seseorang bernama Dion dan ketika aku kembali dekat lagi dengan Doni aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ku dengan Dion. Jahat memang. Namun aku tak bisa membohongi perasaan ku lebih lama dan lebih jauh lagi. Aku menyayangi Doni. Dan masih menyayangi Doni hingga hari ini. Lebih baih aku jujur dari sekarang daripada aku terus berpura-pura menyayangi Dion...

5 Juli 2010

Doni menanyakan hal yang tak kusangka...

“Fa sampe kapan kita htsan terus?”

“Ngga tau Don, aku sih terserah kamu aja”

“Masih mau jadi orang spesial lagi di hidup aku?”

“Mau Don hehe”

“Akhirnya... aku kira aku bakal di tolak sejak kejadian dua tahun yang lalu, jadi kita balikan?”

“Hmmm, menurut Doni?:p”

“Menurut Doni iya:P”

Akhirnya saat itu aku kembali menjalin hubungan dengan Doni... Rencana Tuhan memang tak pernah ada yang tau... Sehari setelah kita kembali Doni meminta relationship di facebook. Aku kaget. Aku fikir dia tak akan melakukan itu, karena Doni termasuk pria yang cuek dan tak terlalu suka bermain sosial media. Namun ternyata Doni tetap mengakui aku sebagai pasangannya hahaha.

Aku fikir setelah kita kembali Doni akan berubah namun ternyata Doni tetap sama. Tetap Doni yang sama seperti awal aku mengenalnya tak ada sedikit pun yang berubah. Tetap pria cuek, dingin dan seadanya tapi entah mengapa sifat itu yang membuat Doni berbeda dengan pria lainnya. Kita hanya ber-smsan dari Doni sepulang sekolah hingga jam 10 malam. Disekolah Doni tak pernah membawa hp. Memang hubungan ku dengan Doni tak seperti layaknya pasangan yang lain, yang selalu ber-smsan. Tapi justru itu yang membuat aku selalu merasa waktu bersamanya menjadi waktu yang berharga. Aku selalu merasakan rindu. Tak pernah merasa bosan. Walau hubungan kita flat dan tak banyak yang istimewa. Namun kesederhaan itu yang membuat aku bahagia. Hubungan ku memang tak mainstream seperti pasangan yang lainnya. Yang rajin bertemu. Kita bertemu sebulan sekali karena memang waktu itu kita baru menginjak masa putih abu-abu. Masih malu-malu. Masih belum mengerti bagaimana menjalin hubungan yang sebenarnya. Walau saat itu aku sudah menjalin hubungan dengan beberapa pria lain namun aku masih polos belum mengerti apa sebenarnya itu ‘pacaran’ dan bagaimana menjalankan ‘pacaran’ itu hahaha.

Tak terasa 5 bulan telah berlalu. Dan selama 5 bulan pun tak pernah ada masalah yang berarti di hubungan kita. Doni selalu mengalah, selalu menghargaiku sebagai pasangannya, tak jarang aku mengecek facebooknya untuk tau berhubungan dengan siapa saja dia dan ternyata tak pernah ada hal yang membuat ku merasa cemburu. Aku heran namun senang. Aku merasa bahwa Doni tau bahwa aku termasuk wanita yang sangat pencemburu. Doni sangat menjaga perasaanku. Satu nilai tambah dari sisi Doni, dia tahu bagaimana caranya menjaga perasaan wanita. Walau tak bisa dipungkiri banyak wanita yang mencoba mendekatinya namun Doni selalu bisa menghindar. Terkadang sifat dingin dan cuek Doni memang keterlaluan.

Ingin rasanya aku melewati pergantian tahun dengan Doni. Namun harapan ku kandas karena Doni tiba-tiba menghilang (lagi). Aku berusaha untuk menghubunginya namun tak pernah mendapat jawaban. Aku merasa bodoh memberikan kesempatan kepada Doni. Membiarkan dia melakukan hal ini (lagi) kepada ku.

Dua bulan berlalu, Doni menghubungiku melalui facebook. Dia hadir tanpa rasa bersalah. Seolah-olah tak ada hal yang terjadi di antara kita. Jahat bukna? Tapi ntah mengapa aku selalu mempercayainya, selalu bisa memaafkan dan menerimanya kembali. Mungkinkah ini cinta? Ku akui memang Doni pacar pertama ku walau dia bukan orang pertama kali aku sayang. Namun semenjak ada dia aku mampu melupakan ‘orang yang kusayang pertama kali’. Mungkinkah Doni cinta pertama ku?

Doni hanya menghubungiku saat itu saja kemudian menghilang kembali. Dan aku memutuskan untuk menunggu dia kembali... Enam bulan sudah berlalu aku tetap bertahan dengan kesendirian ku. Hingga suatu hari aku berkenalan dengan seseorang bernama Tian. Kita mulai dekat dan saling berbagi cerita. Dan aku bercerita tentang Doni ke Tian karena aku berfikir Tian memiliki fikiran yang dewasa. Tian menasehatiku agar aku belajar melupakan Doni dan mencoba membuka hati untuk yang baru dan akhirnya aku mulai mencoba membuka hati yang baru yaitu Tian. Walau jujur pada saat itu aku tak memiliki perasaan apa pun kepada Tian. Meski aku sudah mempunyai pria lain di sisiku tapi pria itu hanya mampu menggantikan disisiku bukan dihatiku. Seberusaha apapun aku mencoba menyayangi pria lain tapi itu justru membuat perasaan ku semakin terluka. Ragaku bersama dengan yang lain. Namun hati dan fikiranku hanya kepada Doni. Walau di luar sana belum tentu Doni merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan.

Dua minggu setelah aku mencoba berjalan dengan Tian, Doni kembali. Ntah mengapa Doni selalu bisa menemukan dan menghubungiku kembali walau saat itu aku sudah berganti nomer berulang kali. Doni hadir membawa luka lama. Luka yang seharusnya kering kini kembali basah.

“Fa”

“Don?”

Aku sudah hafal bagaimana cara Doni dihidupku, cara dia memanggilku amat berbeda dengan yang lainnya. Itu yang membuat ku mampu mengenalinya walau dia tak menyebutkan nama terlebih dahulu...

“Maaf udah ngilang lagi aku udah ngulang kesalahan yang sama”

“Udahlah ngga usah dibahas lagi udah biasa”

“Aku tau kamu marah tapi aku punya alasan”

“Alasan?Alasan apa lagi?”

“Aku ketahuan pacaran sama bokap dan aku disuruh milih kamu atau keluarga aku. Jujur saat itu aku ngga bisa milih mangkanya aku ngejauh dari kamu aku ngga tau harus ngomong apa ke kamu, bagi aku kalian berdua sama sama penting”

“Tapi akhirnya kamu udah milih kan? Kamu milih keluarga kamu tanpa ngasih penjelasan sedikit pun ke aku!”

“Aku tau kamu marah banget sama aku tapi aku minta jangan jauhin aku, aku ngga bisa jauh dari kamu”

“Alibi”

“Kalau aku alibi kenapa sekarang aku ngehubungi kamu lagi? Kenapa aku susah payah nyari nomer kamu? Kenapa aku selalu muncul lagi dikehidupan kamu? Itu karena aku ngga bisa jauh dari kamu walau aku suka ngilang tapi bukan berarti aku udah ngga sayang kamu”

Jleeeeeb! Dia bener kalo dia ngga butuh aku, dia ngga mungkin ngehubungin aku lagi walau aku udah berganti nomer berulang kali.

“Udah ah aku males”

“Udah punya cowo lagi?”

“Udah, kamu sendiri udah punya cewe lagi?”

“Kenapa sih ngga bisa nunggu aku? Kenapa harus punya cowo lagi? Belum, semenjak pisah dari kamu aku ngga pernah berfikir untuk memulai lagi sama cewe lain”

“Masih nanya kenapa? Ngga bisa nunggu? Asal kamu tau aku udah nunggu kamu setengah tahun! Aku selalu nunggu kamu buat datang dan ngejelasin semuanya! Sekarang aku tanya kenapa kamu selalu hadir disaat aku mau ngelupain kamu? Yakin ngga pernah memulai lagi sama cewe lain?”

“Karena aku  ngga mau kamu ngelupain aku karena aku ngga pernah bisa ngelupain kamu. Kamu kerumah aku aja tanya langsung sama mama aku, apa pernah aku dekat sama cewe lain selain sama kamu.” Percakapan ini membuat aku mengulang kembali semua rasa sakit itu. Membuat ku merasakan kembali arti menunggu. Dan seperti biasa percakapan kita selalu berhenti dengan perdebatan.

Ada sebuah pepatah ‘bila dia pergi tanpa alasan jangan biarkan dia kembali dengan alasan’ namun pepatah ini tak berlaku untuk Doni. Aku selalu merasa apa yang diutarakan Doni selalu jujur walau aku tak ingin mempercayai itu tapi hati ku mempercayainnya. Bodoh kan? Memang bodoh. Namun apa daya aku pun tak bisa membohongi hatiku. Doni selalu mampu membuat aku jatuh cinta berulang kali kepadanya. Jujur aku tak pernah seperti ini kepada pria lainnya. Bagi aku kalau udah pisah ya udah tapi ntah mengapa itu semua mampu jadi pengecualian untuknya.

*TBC*

0 komentar on "Jatuh Cinta Berulang Kali dengan Orang yang Sama (Part 1)"

Posting Komentar

About

blogspot tutorial,blog,tips blogging

Blogroll

My Blog List

Blogger templates

Blogger news

 

My World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review