Welcome

Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....


Selasa, 20 Mei 2014

Motivation in Education

Diposting oleh Unknown di 03.50

Sering kita mendengar dari televisi atau lingkungan sekitar “kata-kata motivasi” bahkan ada seorang motivator terkenal yang kita kenal yaitu bapak Mario Teguh dalam acaranya yang bertemakan “Golden Ways”. Lalu bagaimana pendapat atau reaksi kita setelah mendengar kata-kata motivasi itu? Pasti yang pertama kali terpikir adalah “oh iya benar juga”. Lantas apa yang kita lakukan setelah mendengar kata-kata itu? Apa kita akan melakukan perubahan? Atau kata-kata itu hanya terbesit sekilas lalu menghilang? Semua kembali lagi ke kepribadian kita masing-masing.

Salah satu contoh adalah seorang mahasiswa bertekun mempelajari buku sampai malam, tidak menghiraukan lelah dan kantuknya. Mengapa ia melakukan seperti itu? Apakah yang mendorong ia untuk berbuat seperti demikian? Apa motif ia?

Dalam kehidupan sehari-hari jarang kita dengan sengaja memperhatikan dan merenungkan perbuatan-perbuatan teman-teman kita atau orang-orang lain demikian. Juga terhadap perbuatan kita sendiri, seringkali kita tidak begitu menghiraukannya. Padahal jika direnungkan, banyak hal-hal yang mengagumkan kita dan sangat menarik bagi kita untuk menyelidikinya.

Dari contoh tersebut diatas jelaslah agaknya bahwa: Yang dimaksud dengan motif ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Atau seperti dikatakan oleh Sartin dalam bukunya Psychology Understanding of Human Behavior: motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam organisme yang mengarahkan tingkah laku/ perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang. Apa saja yang diperbuat manusia, yang penting maupun yang kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung risiko, selalu ada motivasinya.

Juga dalam soal belajar, motivasi itu sangat penting. Motivasi adalah syarat mutlak untuk belajar. Di sekolah seringkali terdapat anak malas, tidak menyenangkan, suka membolos, dan sebaginya. Dalam hal demikian berarti guru tidak berhasil memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong yang tepat untuk agar ia bekerja dengan segenap tenaga dan pikirannya. Dalam hubungan ini, perlu diingat, bahwa nilai buruk pada suatu mata pelajaran tertentu belum tentu berarti bahwa anak itu bodoh terhadap mata pelajaran itu. Seringkali terjadi seorang anak malas terhadap suatu mata pelajaran, tetapi sangat giat dalam mata pelajaran yang lain.

Banyak bakat anak tidak berkembang karena tidak diperolehnya motivasi yang tepat. Jika seseorang mendapat motivasi yang tepat, maka lepaslah tenaga yang luar biasa, sehingga tercapai hasil-hasil yang semula tidak terduga.

Apakah ada hubungannya antara morif-motif dengan minat? The will to live yang seringkali dikatakan motif pokok dari semua makhluk, bagi manusia tidak semata-mata merupakan keinginan, untuk tetap hidup (tidak sakit atau mati), tetapi merupakan juga keinginan untuk hidup dalam hubungannya yang aktif dengan lingkungannya. Motif tersebut tidak terutama diarahkan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan organis dan mendapat kehidupan yang tidak disangka-sangka (tidak sengaja), tetapi diarahkan kepada obyek-obyek dan orang-orang lain, melakukan sesuatu untuk mereka dan berpartisipasi dengan apa yang terjadi di dalam lingkungan.

Motif-motif obyektif menyatakan diri dalam kecenderungan-kecenderungan umum untuk menyelidiki (to explore) dan mempergunakan (manipulate) lingkungan. Motif menyelediki (exploring motive) adalah jelas tampak pada hewan dan pada manusia. Ia terlihat pada seorang bayi sebelum dapat memindakan dirinya; mengamati dengan matanya, telinganya, dan mulutnya. Setelah anak makin besar dan dapat berbicara, terlihat motif menyelidiki itu dalam pernyataan-pernyataan yang selalu diajukannya, mendengarkan orang lain berbicara, “merusak” alat-alat permainannya, dan sebagainya. Motif mempergunakan lingkungan, juga terlihat jelas pada binatang dan manusia.
Contoh: Anak kucing bermain dengan bola; anak anjing mempermainkan sebilah kayu; dan sebagainnya. Pada anak manusia, perbuatan yang demikian itu dilakukannya lebih baik lagi, karena manusia memiliki potensi-potensi yang lebih daripada hewan.

            Dalam kenyataan sehari-hari motif mempergunakan lingkungan dan motif menyelidiki itu seringkali menjadi satu. Dari eksplorasi dan manipulasi yang dilakukan anak-anak itu lama-lama timbullah minat terhadap sesuatu. Dari perkembangan itu anak berkembang ke arah berminat/ tidak berminat kepada sesuatu. Sesuatu yang menarik minat ia hanya menyenangkan atau dapat mendatangkan kepuasaan baginya, tetapi juga yang menakutkan.

            Lantas apa hubungannya antara motif dan motivasi? Apakah keduanya saling keterkaitan? Memang pengertian motif dan motivasi keduanya sukar dibedakan secara tegas. Dalam konteks uraian terdahulu dapat dijelaskan bahwa motif menunjukkan suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau bertindak melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi adalah “pendorongan”; suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tersebut.

Menurut Vroom, motivasi mengacu kepada suatu proses mempengaruhi pilihan-pilihan individu terhadap bermacam-macam bentuk kegiatan yang dikendaki. Kemudian John P.Campbell dan kawan-kawan menambahkan bahwa motivasi mencakup di dalamnya arah atau tujuan tingkah laku, kekuatan respons, dan kegigihan tingkah laku. Istilah itu pun mencakup sejumlah konsep seperti dorongan (drive), kebutuhan (need), rangsangan (incentive), ganjaran (reward), penguatan (reinforcement), ketetapan tujuan (goal setting), harapan (expectancy).

            Motivasi mengandung tiga komponen pokok, yaitu menggerakkan, mengarahkan, dan menopang tingkah laku manusia. Perbedaan antara motif dan motivasi serta pengertian motivasi itu sendiri, yaitu: suatu usaha yang didasari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.

Mengapa harus ada motivasi? Apakah motivasi memiliki tujuan tertentu? Tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seorang agar timbul keinginan dan kemaunnya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu. Bagi seorang guru, tujuan motivasi adalah untuk menggerakan atau memacu para siswanya agar timbul keinginan dan kemaunnya untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan di dalam kurikulum sekolah. Sebagai contoh, seorang guru memberikan pujian kepada seorang siswa yang maju ke depan kelas dan dapat mengerjakan hitungan matematika di papan tulis. Dengan pujian itu, dalam diri anak tersebut timbul rasa percaya pada diri sendiri; di samping itu timbul keberaniannya sehingga ia tidak takut dan malu lagi jika disuruh maju ke depan kelas.

            Makin jelas tujuan yang diharapkan atau yang akan dicapai, makin jelas pula bagaimana tindakan  memotivasi itu dilakukan. Tindakan memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan disadari oleh yang dimotivasi serta sesuai dengan kebutuhan orang yang dimotivasi. Oleh karena itu, setiap orang yang akan memberikan motivasi harus mengenal dan memahami benar-benar latar belakang kehidupan, kebutuhan, dan kepribadian orang yang akan dimotivasi.

            Menurut anda apakah motivasi mempunyai teori-teori tertentu? Bila ada teori apa saja kah itu? Motivasi terbagi menjadi beberapa teori, yaitu:

·         Teori Hedonisme
Hedonisme adalah suatu aliran yang didalam filsafat yang memandang bahwa tujuan hidup yang utama pada manusia adalah mencari kesenangan (hedone) yang bersifat duniawi. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang mementingkan kehidupan yang penuh kesengan dan kenikmatan.

·         Teori naluri
Dorongan naluri mempertahankan diri
Dorongan mengembangkan diri
Dorongan mengembangkan/ mempertahankan jenis.

·         Teori rekasi yang dipelajari
Tindakan atau perilaku manusia tidak berdasarkan naluri-naluri, tetapi berdasarkan pola-pola tingkah laku yang dipelajari dari kebudayaan di tempat orang hidup. Teori ini disebut juga teori lingkungan kebudayaan.

·         Teori daya pendorong
Perpaduan antara “teori naluri” dengan “teori reaksi yang dipelajari”. Daya pendorong adalah semacem naluri, tetapi hanya suatu dorongan kekuatan yang luas terhadap suatu arah yang umum.

·         Teori kebutuhan
Tindakan yang dilakukan oleh manusia pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis.

·         Teori Abraham Maslow
Maslow mengemukakan adanya lima tingkatan kebutuhan pokok manusia yaitu:
Kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and security), kebutuhan sosial (social needs), kebutuhan akan akutualisasi diri (self actualization).

Ingat, motivasi adalah alat pendorong atau penggerak seseorang dalam melakukan segala sesuatu maka dari itu jangan salah dalam memberikan motivasi kepada anak didik karena itu akan berpengaruh terhadap tingkah laku mereka. Buatlah anak didik berminat terhadap kita serta mata pelajaran yang diajarkan dan berikan motivasi yang baik agar memberikan pengaruh yang baik pula terhadap tingkah laku mereka.



Sumber : PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Drs. Ngalim Purwanto, MP.)

0 komentar:

Posting Komentar

Selasa, 20 Mei 2014

Motivation in Education

Diposting oleh Unknown di 03.50

Sering kita mendengar dari televisi atau lingkungan sekitar “kata-kata motivasi” bahkan ada seorang motivator terkenal yang kita kenal yaitu bapak Mario Teguh dalam acaranya yang bertemakan “Golden Ways”. Lalu bagaimana pendapat atau reaksi kita setelah mendengar kata-kata motivasi itu? Pasti yang pertama kali terpikir adalah “oh iya benar juga”. Lantas apa yang kita lakukan setelah mendengar kata-kata itu? Apa kita akan melakukan perubahan? Atau kata-kata itu hanya terbesit sekilas lalu menghilang? Semua kembali lagi ke kepribadian kita masing-masing.

Salah satu contoh adalah seorang mahasiswa bertekun mempelajari buku sampai malam, tidak menghiraukan lelah dan kantuknya. Mengapa ia melakukan seperti itu? Apakah yang mendorong ia untuk berbuat seperti demikian? Apa motif ia?

Dalam kehidupan sehari-hari jarang kita dengan sengaja memperhatikan dan merenungkan perbuatan-perbuatan teman-teman kita atau orang-orang lain demikian. Juga terhadap perbuatan kita sendiri, seringkali kita tidak begitu menghiraukannya. Padahal jika direnungkan, banyak hal-hal yang mengagumkan kita dan sangat menarik bagi kita untuk menyelidikinya.

Dari contoh tersebut diatas jelaslah agaknya bahwa: Yang dimaksud dengan motif ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Atau seperti dikatakan oleh Sartin dalam bukunya Psychology Understanding of Human Behavior: motif adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam organisme yang mengarahkan tingkah laku/ perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang. Apa saja yang diperbuat manusia, yang penting maupun yang kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung risiko, selalu ada motivasinya.

Juga dalam soal belajar, motivasi itu sangat penting. Motivasi adalah syarat mutlak untuk belajar. Di sekolah seringkali terdapat anak malas, tidak menyenangkan, suka membolos, dan sebaginya. Dalam hal demikian berarti guru tidak berhasil memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong yang tepat untuk agar ia bekerja dengan segenap tenaga dan pikirannya. Dalam hubungan ini, perlu diingat, bahwa nilai buruk pada suatu mata pelajaran tertentu belum tentu berarti bahwa anak itu bodoh terhadap mata pelajaran itu. Seringkali terjadi seorang anak malas terhadap suatu mata pelajaran, tetapi sangat giat dalam mata pelajaran yang lain.

Banyak bakat anak tidak berkembang karena tidak diperolehnya motivasi yang tepat. Jika seseorang mendapat motivasi yang tepat, maka lepaslah tenaga yang luar biasa, sehingga tercapai hasil-hasil yang semula tidak terduga.

Apakah ada hubungannya antara morif-motif dengan minat? The will to live yang seringkali dikatakan motif pokok dari semua makhluk, bagi manusia tidak semata-mata merupakan keinginan, untuk tetap hidup (tidak sakit atau mati), tetapi merupakan juga keinginan untuk hidup dalam hubungannya yang aktif dengan lingkungannya. Motif tersebut tidak terutama diarahkan untuk melayani kebutuhan-kebutuhan organis dan mendapat kehidupan yang tidak disangka-sangka (tidak sengaja), tetapi diarahkan kepada obyek-obyek dan orang-orang lain, melakukan sesuatu untuk mereka dan berpartisipasi dengan apa yang terjadi di dalam lingkungan.

Motif-motif obyektif menyatakan diri dalam kecenderungan-kecenderungan umum untuk menyelidiki (to explore) dan mempergunakan (manipulate) lingkungan. Motif menyelediki (exploring motive) adalah jelas tampak pada hewan dan pada manusia. Ia terlihat pada seorang bayi sebelum dapat memindakan dirinya; mengamati dengan matanya, telinganya, dan mulutnya. Setelah anak makin besar dan dapat berbicara, terlihat motif menyelidiki itu dalam pernyataan-pernyataan yang selalu diajukannya, mendengarkan orang lain berbicara, “merusak” alat-alat permainannya, dan sebagainya. Motif mempergunakan lingkungan, juga terlihat jelas pada binatang dan manusia.
Contoh: Anak kucing bermain dengan bola; anak anjing mempermainkan sebilah kayu; dan sebagainnya. Pada anak manusia, perbuatan yang demikian itu dilakukannya lebih baik lagi, karena manusia memiliki potensi-potensi yang lebih daripada hewan.

            Dalam kenyataan sehari-hari motif mempergunakan lingkungan dan motif menyelidiki itu seringkali menjadi satu. Dari eksplorasi dan manipulasi yang dilakukan anak-anak itu lama-lama timbullah minat terhadap sesuatu. Dari perkembangan itu anak berkembang ke arah berminat/ tidak berminat kepada sesuatu. Sesuatu yang menarik minat ia hanya menyenangkan atau dapat mendatangkan kepuasaan baginya, tetapi juga yang menakutkan.

            Lantas apa hubungannya antara motif dan motivasi? Apakah keduanya saling keterkaitan? Memang pengertian motif dan motivasi keduanya sukar dibedakan secara tegas. Dalam konteks uraian terdahulu dapat dijelaskan bahwa motif menunjukkan suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau bertindak melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi adalah “pendorongan”; suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tersebut.

Menurut Vroom, motivasi mengacu kepada suatu proses mempengaruhi pilihan-pilihan individu terhadap bermacam-macam bentuk kegiatan yang dikendaki. Kemudian John P.Campbell dan kawan-kawan menambahkan bahwa motivasi mencakup di dalamnya arah atau tujuan tingkah laku, kekuatan respons, dan kegigihan tingkah laku. Istilah itu pun mencakup sejumlah konsep seperti dorongan (drive), kebutuhan (need), rangsangan (incentive), ganjaran (reward), penguatan (reinforcement), ketetapan tujuan (goal setting), harapan (expectancy).

            Motivasi mengandung tiga komponen pokok, yaitu menggerakkan, mengarahkan, dan menopang tingkah laku manusia. Perbedaan antara motif dan motivasi serta pengertian motivasi itu sendiri, yaitu: suatu usaha yang didasari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.

Mengapa harus ada motivasi? Apakah motivasi memiliki tujuan tertentu? Tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seorang agar timbul keinginan dan kemaunnya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu. Bagi seorang guru, tujuan motivasi adalah untuk menggerakan atau memacu para siswanya agar timbul keinginan dan kemaunnya untuk meningkatkan prestasi belajarnya sehingga tercapai tujuan pendidikan sesuai dengan yang diharapkan dan ditetapkan di dalam kurikulum sekolah. Sebagai contoh, seorang guru memberikan pujian kepada seorang siswa yang maju ke depan kelas dan dapat mengerjakan hitungan matematika di papan tulis. Dengan pujian itu, dalam diri anak tersebut timbul rasa percaya pada diri sendiri; di samping itu timbul keberaniannya sehingga ia tidak takut dan malu lagi jika disuruh maju ke depan kelas.

            Makin jelas tujuan yang diharapkan atau yang akan dicapai, makin jelas pula bagaimana tindakan  memotivasi itu dilakukan. Tindakan memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan disadari oleh yang dimotivasi serta sesuai dengan kebutuhan orang yang dimotivasi. Oleh karena itu, setiap orang yang akan memberikan motivasi harus mengenal dan memahami benar-benar latar belakang kehidupan, kebutuhan, dan kepribadian orang yang akan dimotivasi.

            Menurut anda apakah motivasi mempunyai teori-teori tertentu? Bila ada teori apa saja kah itu? Motivasi terbagi menjadi beberapa teori, yaitu:

·         Teori Hedonisme
Hedonisme adalah suatu aliran yang didalam filsafat yang memandang bahwa tujuan hidup yang utama pada manusia adalah mencari kesenangan (hedone) yang bersifat duniawi. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang mementingkan kehidupan yang penuh kesengan dan kenikmatan.

·         Teori naluri
Dorongan naluri mempertahankan diri
Dorongan mengembangkan diri
Dorongan mengembangkan/ mempertahankan jenis.

·         Teori rekasi yang dipelajari
Tindakan atau perilaku manusia tidak berdasarkan naluri-naluri, tetapi berdasarkan pola-pola tingkah laku yang dipelajari dari kebudayaan di tempat orang hidup. Teori ini disebut juga teori lingkungan kebudayaan.

·         Teori daya pendorong
Perpaduan antara “teori naluri” dengan “teori reaksi yang dipelajari”. Daya pendorong adalah semacem naluri, tetapi hanya suatu dorongan kekuatan yang luas terhadap suatu arah yang umum.

·         Teori kebutuhan
Tindakan yang dilakukan oleh manusia pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis.

·         Teori Abraham Maslow
Maslow mengemukakan adanya lima tingkatan kebutuhan pokok manusia yaitu:
Kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman dan perlindungan (safety and security), kebutuhan sosial (social needs), kebutuhan akan akutualisasi diri (self actualization).

Ingat, motivasi adalah alat pendorong atau penggerak seseorang dalam melakukan segala sesuatu maka dari itu jangan salah dalam memberikan motivasi kepada anak didik karena itu akan berpengaruh terhadap tingkah laku mereka. Buatlah anak didik berminat terhadap kita serta mata pelajaran yang diajarkan dan berikan motivasi yang baik agar memberikan pengaruh yang baik pula terhadap tingkah laku mereka.



Sumber : PSIKOLOGI PENDIDIKAN (Drs. Ngalim Purwanto, MP.)

0 komentar on "Motivation in Education"

Posting Komentar

About

blogspot tutorial,blog,tips blogging

Blogroll

My Blog List

Blogger templates

Blogger news

 

My World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review