Welcome
Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....
Pacaran? Apa sih maksudnya pacaran? Untuk mencari jodoh? Untuk mencari pasangan hidup? Untuk mencari yang cocok dengan kita?
Pacaran? Yang awalnya kenalan saling berkomunikasi terus tiba tiba merasa cocok mencoba menjalin suatu hubungan lalu timbul masalah terus berpisah dengan alasan "kita udah ngga cocok lagi". Itu yang namanya pacaran? Flat dan basi yaaak hahahaha
Pacaran? Yang awalnya saling memuji saling menyayangi saling menjaga saling mempercayai saling....pokoknya semua "saling" deh. Sampai akhirnya kata "saling" itu terlupakan dan tak terjamah hahaha.
Pacaran? Yang akhirnya galau-galauan main jelek-jelekin main siapa cepet cari pengganti main cemburu-cemburuan padahal sebenarnya masih saling sayang, munafik ngga sih?hahaha
Pacaran? Yang akhirnya sendiri sendiri akhirnya saling berjauhan bagai dua orang yang tak pernah bertegur sapa padahal pernah menghabiskan banyak waktu bersama.
Pacaran? Yang cuma buat status cuma buat dipamerin sama orang lain kalo dia laku cuma buat orang lain merasa dirinya "jones" cuma buat buktiin ke orang orang kalo dia bahagia padahal dia sendiri ngga lebih menderita dari seorang "jones".
Pacaran? Yang cuma buat menuhin rasa nafsu cuma buat ngilangin rasa penasaran cuma buat "mencicipi" cocok apa ngga cuma buat biar ada merhatiin doang padahal sebelum pacaran juga mereka biasa ngelakuin hal itu sendirian.
Terus intinya pacaran apa? Kesenangan sesaat? Kebahagiaan yang bisa dihitungan dalam itungan detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun. Kebersamaan yang cuma dipake buat orang lain merasa cemburu dengan mereka bahkan kebersamaan mereka ada yang pura pura hanya karna mereka takut menjalani hidup ini sendirian lagi.
Aneh bukan? Pacaran sama aja kaya kita ngejalanin hidup dengan kemunafikan. Makanya ngga salah kalo ada yang bilang "ngga ada orang yang ngga munafik". Karena tanpa mereka sadari padahal sebenarnya mereka sering melakukan hal itu.
So. Jangan jadiin pacaran itu jadi sesuatu hal yang berharga banget. Karena belum tentu itu selamanya. Dan ngga ada yang "selamanya". "Selamanya" itu cuma kata yang bikin hidup kita berharap. Bahkan kalo bisa jangan pacaran dulu deh. Cukup suka sukaan aja. Toh nanti rasa suka bisa hilang gitu aja. Ngga perlu takut jadi perawan atau perjaka tua. Kalo udah jodoh pasti bertemu kalo udah saatnya pasti bersama. Banyak yang mencari pasangan pada akhirnya mereka selalu gagal gagal dan gagal. Tapi banyak juga yang ngga begitu mikirin pacaran pada akhirnya mereka bisa nemuin jodoh mereka lebih cepet dari yang selalu mikirin pacaran. Enjoy with your life! Life is not just about relationship!
Tak pernah aku inginkan kehadirannya
Tak ingin aku sesali keberadaannya
Tak mau aku anggap bayangannya
Namun...
apa yang tak ku inginkan
apa yang tak ingin kusesali
apa yang tak mau aku anggap
Justru terus menghantui dan akhirnya terjadi
Ntah siapa yang salah...
Dia,Kamu, atau Aku?
Diakah yang ingin hadir diantara kita?
Kamukah yang memberi peluang untuk dia hadir?
Aku kah yang terlambat menyadari kehadirannya?
Mungkin tak ada yang salah
Mungkin semuanya yang bersalah
atau mungkin Tuhan yang sudah menggariskannya
Aku tak pernah tahu apa alasannya
Tapi satu yang aku tahu
SEMUA TELAH BERUBAH KETIKA DIA HADIR DIANTARA KITA
Kita bagaikan bukan kita yang dulu
Bukan kita yang kita kenal
Kita bagai dua orang yang telah bermetamorfosis
Dari ulat lalu kepompong kemudian Kupukupu
Yang terbang bebas tanpa tahu arah tujuan...
Sewaktu Kita Bersama
Tak pernah kita hiraukan apa kata orang lain...
Tak pernah kita merasa sendiri dan sepi...
Tak pernah kita lihat kebodohan tingkah kita...
Tak pernah kita anggap lirikan mereka kepada kita...
Saat Kita Bersama
Waktu terasa begitu cepat...
Bahagia terasa amat dekat...
Tertawa terasa begitu hangat...
Rindu terasa amat semangat...
Tapi Kini
Waktu terasa begitu lama...
Bahagia terasa tak tahu arah...
Tertawa terasa sangat hampa...
Rindu terasa amat menyiksa...
Apa yang salah?
Waktukah yang berjalan begitu lambat?
Bahagiakah yang kehilangan petunjuk?
Tertawakah yang sudah tak memiliki rasa?
Rindukah yang tak boleh terjadi?
Tidak...
Bukan mereka yang salah
Namun kita
Kita yang membiarkan mereka berdiri sendiri...
Tanpa ada aku dan kamu...
Kita yang mengambil keputusan untuk saling merasakan itu sendiri...
Tak seperti sewaktu kita bersama...
Kita mampu membagi itu berdua bukan seperti sekarang saling memendam satu sama lain...
Mengapa Kita Membiarkan itu Terjadi?
Apa tak ada cara agar kita tidak membiarkan itu terjadi?
CARA?
Rasanya tak ada lagi kata 'cara' untuk kita karna apa yang kita usahkan hanya akan siasia...
Tunggu...
Buka kita tapi aku.. karna jika 'kita' semuanya tak akan siasia...
Tuhan apa mungkin itu terjadi?Apa yang akan aku lakukan jika Engkau mempertemukan kami lagi?Apa yang akan aku ucapkan dihadapan dia?Haruskah aku berlari memeluknya?atau...haruskah aku berjalan mundur dan tiba tiba menghilang dari hadapannya?Bisakah aku tersenyum dihadapannya?atau...apa airmata yang akan menjelaskannya?Mampukah dia mengerti Tuhan apa yang ada dibalik senyum dan tangisku?
Tuhan andai itu terjadi...hanya satu pintaku padamu Tuhan...jangan Kau pisahkan kami untuk kesekian kalinya...jangan biarkan kami merasakan hal yang sama sakitnya disaat kami harus saling melepaskan...
Andai Tuhan Mengizinkan Kita Bersama (lagi)
Tuhan aku sangat mengharapkannya namun aku terlalu takut untuk mengulanginya. Jika Engkau mengizinkan kita bersama (lagi) apa mampu kita seperti dahulu? lebih baikkah atau justru lebih buruk? apa izin itu untuk selamanya atau hanya untuk sesaat? mampukah kita membangun segalanya yang telah hancur menjadi seperti sedia kala? akan lebih bahagia atau akan lebih membuat kita menangis? Tuhan... izinkan segalanya untuk selamanya...
aku tak pernah berfikir akan kata 'terpisah' ketika kita menghabiskan waktu bersama...
aku tak pernah bertanya kapan kita 'terpisah' ketika kita bahagia...
aku tak pernah ingin tahu mengapa kita 'terpisah' ketika aku selalu tertawa bersama...
namun...
aku selalu berfikir untuk apa 'terpisah' kita kita selalu menghabiskan waktu bersama...
aku selalu bertanya kapan kita 'terpisah' ketika kita selalu merasa bahagia...
aku selalu ingin tahu mengapa kita 'terpisah' ketika kita mampu selalu tertawa bersama...
Dan ketika kita terpisah...
aku lebih mengerti apa arti kata 'terpisah'...
aku lebih menghargai apa arti kata 'kebahagiaan'...
aku lebih menyukai 'tertawa' daripada 'menangis'...
akhirnya aku menyadari...
aku menyadari arti kehadiranmu disisiku...
aku menyadari apa itu arti rasa kasih sayang sebenarnya...
aku menyadari bahwa kamu adalah alasanku bahagia...
Dan akhirnya aku lebih menyadari segalanya Ketika Kita Terpisah...
Jika kalian dihadapakan pada dua
pilihan antara “mengulang masa lalu dan memperbaiki semuanya atau terus
melangkah maju tanpa ingin mundur kebelakang” kalian akan pilih yang mana?
Pilihan yang sangat sulitkah? Jika kalian memilih mengulang masa lalu dan
memperbaiki semuanya kalian harus siap belajar melepaskan dan melupakan dari
awal lagi tapi jika kalian memilih melangkah maju tanpa ingin mundur kebelakang
kalian pasti takut menyesal karena ada pepatah yang bilang “kesempatan tak
pernah datang dua kali”. Tapi bagi gue pepatah itu salah. Kesempatan akan
selalu ada jika kita ingin memberikan dan melakukannya. Ada yang bilang selama
dia masih bisa berharap dia akan mengulang masa lalu. Tapi bagaimana jika
harapan itu tiba-tiba menghilang? Apa mungkin dia akan mengubah pilihannya? Gue
rasa jawabannya...tidak. karena banyak orang yang lebih memilih melakukan
kesalahan dan jatuh dilubang yang sama lagi daripada harus melangkah maju tanpa
ingin mundur kebelakang. Dengan alasan apa? Ya tak lain dan tak bukan dengan
alasan “sayang”, “masih berharap”, “tak ingin menyesal”. Hahahaha bodoh ngga
sih kalau terus-menerus seperti itu? Itu sama saja bahwa kita jauh lebih bodoh
dari seekor keledai bukan? Kenapa kita tak mencoba menjadi seekor kura kura
yang lambat namun jadi pemenang? Tak ada yang menyangka kan jika kura kura yang
selambat itu bisa jadi pemenang? Ya itulah kita... kita tak ingin mengambil
keputusan yang baru dan tak biasa karena hanya takut. Kita seperti kelinci, dia
awalnya berlari kenceng namun karena rasa cerobohnya akhirnya dia yang kalah.
Tidak usah terlalu cepat mengambil keputusan hanya karena kalian “takut”.
Justru ketakutan itu yang akan menghancurkan segala keberhasilan kalian. Tidak
ada yang tahu kan orang yang memilih mengulang masa lalu dan mencoba
memperbaikinya akan bahagia? Dan tidak akan ada yang tahu kan orang yang
memilih melangkah maju tanpa ingin mundur kebelakang akan selalu bersedih? Bisa
saja kebalikannya. Tergantung seseorang itu menjalani dan menyikapinya. Satu
hal yang tak pernah kalian sadari masa lalu itu tak akan pernah bisa diulang karena
jika bisa diulang itu bukan masa lalu. Masa lalu tidak akan bisa diulang karena
jika bisa diulang kita semua akan memilih mengulang walau itu hanya beberapa
detik yang lalu dan masa depan tidak akan pernah datang. Kalian tahu kenapa
Tuhan tak mentakdirkan jarum jam bisa diputar mundur? Karena jika jarum jam
bisa diputar mundur tidak akan pernah ada hari esok. Mulai hari ini berfikirlah
bahwa kita jangan pernah selalu ingin mengulang masa lalu hanya demi kebahagian
yang sesaat, tapi berfikirnya melangkah maju demi kebahagiaan yang sebenarnya.
Apa sih bertahan itu? Apa
bertahan harus selalu terasa sakit? Apa bertahan itu harus selalu menahan
segala rasa yang ada? Apa bertahan itu sama dengan munafik? Hhh... ntahlah.
Banyak yang bertahan demi seseorang tapi apa yang dia dapatkan malah sakit yang
terasa. Mereka selalu menggunakan kata
“sayang” untuk mempertahankan hal yang sebenarnya tak bisa lagi mereka
pertahankan. Mereka bagai mempertahankan sebuah angin yang jelas jelas angin
itu tak bisa di tahan. Sadar kah mereka bahwa mereka hanya mepertahankan suatu
hal yang sia-sia? Apa benar alasan mereka bertahan karena “sayang”? atau..
mereka bertahan hanya karena takut kehilangan? Padahal jelas-jelas di dunia ini
ngga ada yang abadi. Padahal sebenarnya cepat atau lambat mereka harus
melepaskan apa yang selama ini mereka genggam. Hanya waktu yang
membedakannya... memang benar tak ada salahnya mencoba tapi untuk apa mencoba
jika kamu tahu itu hanya menyakitkan diri kamu? Mengapa kamu tidak berusaha
melepaskan apa yang memang bukan terbaik untuk diri kamu? Banyak yang bilang
bagaimana kita tahu dia yang terbaik untuk kita atau bukan jika kita tak pernah
mencoba? Tapi setelah mencoba pada akhirnya hanya akan terlontar kalimat “ah
nyesel” apa sih yang sebenarnya hati kita ingini? Bertahan menyesal tak bertahan
pun menyesal. Sadarkah kalian setiap hal yang kita lakukan akan hanya
menghasilkan sebuah penyesalan jika kita hanya menganggap itu adalah hal yang
salah? Coba kalian fikir jika kalian menganggap hal itu benar apa kalian akan
menyesal? Penyesalan itu sama saja kalian tak pernah menghargai keputusan dan
diri kalian sendiri... lakukanlah apa yang kalian anggap benar dan jangan
dijadikan penyesalan walau itu hanya menyakiti diri kalian. Justru rasa sakit
itu ada karena kalian merasa menyesal. Tapi jika kalian menganggap hal itu
sebagai cara Tuhan untuk menguatkan kalian, kalian akan menganggap hal itu
adalah anugrah karena tanpa rasa sakit kalian tak akan pernah tahu rasanya
menjadi seseorang yang tegar. Tanpa kehilangan kalian tak akan pernah menghargai
artinya kebersamaan. Tanpa melepaskan kalian tak pernah tahu bagaimana caranya
menjaga. Dan tanpa waktu kalian tak pernah tau kapan kalian akan dewasa.
Pacaran? Apa sih maksudnya pacaran? Untuk mencari jodoh? Untuk mencari pasangan hidup? Untuk mencari yang cocok dengan kita?
Pacaran? Yang awalnya kenalan saling berkomunikasi terus tiba tiba merasa cocok mencoba menjalin suatu hubungan lalu timbul masalah terus berpisah dengan alasan "kita udah ngga cocok lagi". Itu yang namanya pacaran? Flat dan basi yaaak hahahaha
Pacaran? Yang awalnya saling memuji saling menyayangi saling menjaga saling mempercayai saling....pokoknya semua "saling" deh. Sampai akhirnya kata "saling" itu terlupakan dan tak terjamah hahaha.
Pacaran? Yang akhirnya galau-galauan main jelek-jelekin main siapa cepet cari pengganti main cemburu-cemburuan padahal sebenarnya masih saling sayang, munafik ngga sih?hahaha
Pacaran? Yang akhirnya sendiri sendiri akhirnya saling berjauhan bagai dua orang yang tak pernah bertegur sapa padahal pernah menghabiskan banyak waktu bersama.
Pacaran? Yang cuma buat status cuma buat dipamerin sama orang lain kalo dia laku cuma buat orang lain merasa dirinya "jones" cuma buat buktiin ke orang orang kalo dia bahagia padahal dia sendiri ngga lebih menderita dari seorang "jones".
Pacaran? Yang cuma buat menuhin rasa nafsu cuma buat ngilangin rasa penasaran cuma buat "mencicipi" cocok apa ngga cuma buat biar ada merhatiin doang padahal sebelum pacaran juga mereka biasa ngelakuin hal itu sendirian.
Terus intinya pacaran apa? Kesenangan sesaat? Kebahagiaan yang bisa dihitungan dalam itungan detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun. Kebersamaan yang cuma dipake buat orang lain merasa cemburu dengan mereka bahkan kebersamaan mereka ada yang pura pura hanya karna mereka takut menjalani hidup ini sendirian lagi.
Aneh bukan? Pacaran sama aja kaya kita ngejalanin hidup dengan kemunafikan. Makanya ngga salah kalo ada yang bilang "ngga ada orang yang ngga munafik". Karena tanpa mereka sadari padahal sebenarnya mereka sering melakukan hal itu.
So. Jangan jadiin pacaran itu jadi sesuatu hal yang berharga banget. Karena belum tentu itu selamanya. Dan ngga ada yang "selamanya". "Selamanya" itu cuma kata yang bikin hidup kita berharap. Bahkan kalo bisa jangan pacaran dulu deh. Cukup suka sukaan aja. Toh nanti rasa suka bisa hilang gitu aja. Ngga perlu takut jadi perawan atau perjaka tua. Kalo udah jodoh pasti bertemu kalo udah saatnya pasti bersama. Banyak yang mencari pasangan pada akhirnya mereka selalu gagal gagal dan gagal. Tapi banyak juga yang ngga begitu mikirin pacaran pada akhirnya mereka bisa nemuin jodoh mereka lebih cepet dari yang selalu mikirin pacaran. Enjoy with your life! Life is not just about relationship!
Tak pernah aku inginkan kehadirannya
Tak ingin aku sesali keberadaannya
Tak mau aku anggap bayangannya
Namun...
apa yang tak ku inginkan
apa yang tak ingin kusesali
apa yang tak mau aku anggap
Justru terus menghantui dan akhirnya terjadi
Ntah siapa yang salah...
Dia,Kamu, atau Aku?
Diakah yang ingin hadir diantara kita?
Kamukah yang memberi peluang untuk dia hadir?
Aku kah yang terlambat menyadari kehadirannya?
Mungkin tak ada yang salah
Mungkin semuanya yang bersalah
atau mungkin Tuhan yang sudah menggariskannya
Aku tak pernah tahu apa alasannya
Tapi satu yang aku tahu
SEMUA TELAH BERUBAH KETIKA DIA HADIR DIANTARA KITA
Kita bagaikan bukan kita yang dulu
Bukan kita yang kita kenal
Kita bagai dua orang yang telah bermetamorfosis
Dari ulat lalu kepompong kemudian Kupukupu
Yang terbang bebas tanpa tahu arah tujuan...
Sewaktu Kita Bersama
Tak pernah kita hiraukan apa kata orang lain...
Tak pernah kita merasa sendiri dan sepi...
Tak pernah kita lihat kebodohan tingkah kita...
Tak pernah kita anggap lirikan mereka kepada kita...
Saat Kita Bersama
Waktu terasa begitu cepat...
Bahagia terasa amat dekat...
Tertawa terasa begitu hangat...
Rindu terasa amat semangat...
Tapi Kini
Waktu terasa begitu lama...
Bahagia terasa tak tahu arah...
Tertawa terasa sangat hampa...
Rindu terasa amat menyiksa...
Apa yang salah?
Waktukah yang berjalan begitu lambat?
Bahagiakah yang kehilangan petunjuk?
Tertawakah yang sudah tak memiliki rasa?
Rindukah yang tak boleh terjadi?
Tidak...
Bukan mereka yang salah
Namun kita
Kita yang membiarkan mereka berdiri sendiri...
Tanpa ada aku dan kamu...
Kita yang mengambil keputusan untuk saling merasakan itu sendiri...
Tak seperti sewaktu kita bersama...
Kita mampu membagi itu berdua bukan seperti sekarang saling memendam satu sama lain...
Mengapa Kita Membiarkan itu Terjadi?
Apa tak ada cara agar kita tidak membiarkan itu terjadi?
CARA?
Rasanya tak ada lagi kata 'cara' untuk kita karna apa yang kita usahkan hanya akan siasia...
Tunggu...
Buka kita tapi aku.. karna jika 'kita' semuanya tak akan siasia...
Tuhan apa mungkin itu terjadi?Apa yang akan aku lakukan jika Engkau mempertemukan kami lagi?Apa yang akan aku ucapkan dihadapan dia?Haruskah aku berlari memeluknya?atau...haruskah aku berjalan mundur dan tiba tiba menghilang dari hadapannya?Bisakah aku tersenyum dihadapannya?atau...apa airmata yang akan menjelaskannya?Mampukah dia mengerti Tuhan apa yang ada dibalik senyum dan tangisku?
Tuhan andai itu terjadi...hanya satu pintaku padamu Tuhan...jangan Kau pisahkan kami untuk kesekian kalinya...jangan biarkan kami merasakan hal yang sama sakitnya disaat kami harus saling melepaskan...
Andai Tuhan Mengizinkan Kita Bersama (lagi)
Tuhan aku sangat mengharapkannya namun aku terlalu takut untuk mengulanginya. Jika Engkau mengizinkan kita bersama (lagi) apa mampu kita seperti dahulu? lebih baikkah atau justru lebih buruk? apa izin itu untuk selamanya atau hanya untuk sesaat? mampukah kita membangun segalanya yang telah hancur menjadi seperti sedia kala? akan lebih bahagia atau akan lebih membuat kita menangis? Tuhan... izinkan segalanya untuk selamanya...
aku tak pernah berfikir akan kata 'terpisah' ketika kita menghabiskan waktu bersama...
aku tak pernah bertanya kapan kita 'terpisah' ketika kita bahagia...
aku tak pernah ingin tahu mengapa kita 'terpisah' ketika aku selalu tertawa bersama...
namun...
aku selalu berfikir untuk apa 'terpisah' kita kita selalu menghabiskan waktu bersama...
aku selalu bertanya kapan kita 'terpisah' ketika kita selalu merasa bahagia...
aku selalu ingin tahu mengapa kita 'terpisah' ketika kita mampu selalu tertawa bersama...
Dan ketika kita terpisah...
aku lebih mengerti apa arti kata 'terpisah'...
aku lebih menghargai apa arti kata 'kebahagiaan'...
aku lebih menyukai 'tertawa' daripada 'menangis'...
akhirnya aku menyadari...
aku menyadari arti kehadiranmu disisiku...
aku menyadari apa itu arti rasa kasih sayang sebenarnya...
aku menyadari bahwa kamu adalah alasanku bahagia...
Dan akhirnya aku lebih menyadari segalanya Ketika Kita Terpisah...
Jika kalian dihadapakan pada dua
pilihan antara “mengulang masa lalu dan memperbaiki semuanya atau terus
melangkah maju tanpa ingin mundur kebelakang” kalian akan pilih yang mana?
Pilihan yang sangat sulitkah? Jika kalian memilih mengulang masa lalu dan
memperbaiki semuanya kalian harus siap belajar melepaskan dan melupakan dari
awal lagi tapi jika kalian memilih melangkah maju tanpa ingin mundur kebelakang
kalian pasti takut menyesal karena ada pepatah yang bilang “kesempatan tak
pernah datang dua kali”. Tapi bagi gue pepatah itu salah. Kesempatan akan
selalu ada jika kita ingin memberikan dan melakukannya. Ada yang bilang selama
dia masih bisa berharap dia akan mengulang masa lalu. Tapi bagaimana jika
harapan itu tiba-tiba menghilang? Apa mungkin dia akan mengubah pilihannya? Gue
rasa jawabannya...tidak. karena banyak orang yang lebih memilih melakukan
kesalahan dan jatuh dilubang yang sama lagi daripada harus melangkah maju tanpa
ingin mundur kebelakang. Dengan alasan apa? Ya tak lain dan tak bukan dengan
alasan “sayang”, “masih berharap”, “tak ingin menyesal”. Hahahaha bodoh ngga
sih kalau terus-menerus seperti itu? Itu sama saja bahwa kita jauh lebih bodoh
dari seekor keledai bukan? Kenapa kita tak mencoba menjadi seekor kura kura
yang lambat namun jadi pemenang? Tak ada yang menyangka kan jika kura kura yang
selambat itu bisa jadi pemenang? Ya itulah kita... kita tak ingin mengambil
keputusan yang baru dan tak biasa karena hanya takut. Kita seperti kelinci, dia
awalnya berlari kenceng namun karena rasa cerobohnya akhirnya dia yang kalah.
Tidak usah terlalu cepat mengambil keputusan hanya karena kalian “takut”.
Justru ketakutan itu yang akan menghancurkan segala keberhasilan kalian. Tidak
ada yang tahu kan orang yang memilih mengulang masa lalu dan mencoba
memperbaikinya akan bahagia? Dan tidak akan ada yang tahu kan orang yang
memilih melangkah maju tanpa ingin mundur kebelakang akan selalu bersedih? Bisa
saja kebalikannya. Tergantung seseorang itu menjalani dan menyikapinya. Satu
hal yang tak pernah kalian sadari masa lalu itu tak akan pernah bisa diulang karena
jika bisa diulang itu bukan masa lalu. Masa lalu tidak akan bisa diulang karena
jika bisa diulang kita semua akan memilih mengulang walau itu hanya beberapa
detik yang lalu dan masa depan tidak akan pernah datang. Kalian tahu kenapa
Tuhan tak mentakdirkan jarum jam bisa diputar mundur? Karena jika jarum jam
bisa diputar mundur tidak akan pernah ada hari esok. Mulai hari ini berfikirlah
bahwa kita jangan pernah selalu ingin mengulang masa lalu hanya demi kebahagian
yang sesaat, tapi berfikirnya melangkah maju demi kebahagiaan yang sebenarnya.
Apa sih bertahan itu? Apa
bertahan harus selalu terasa sakit? Apa bertahan itu harus selalu menahan
segala rasa yang ada? Apa bertahan itu sama dengan munafik? Hhh... ntahlah.
Banyak yang bertahan demi seseorang tapi apa yang dia dapatkan malah sakit yang
terasa. Mereka selalu menggunakan kata
“sayang” untuk mempertahankan hal yang sebenarnya tak bisa lagi mereka
pertahankan. Mereka bagai mempertahankan sebuah angin yang jelas jelas angin
itu tak bisa di tahan. Sadar kah mereka bahwa mereka hanya mepertahankan suatu
hal yang sia-sia? Apa benar alasan mereka bertahan karena “sayang”? atau..
mereka bertahan hanya karena takut kehilangan? Padahal jelas-jelas di dunia ini
ngga ada yang abadi. Padahal sebenarnya cepat atau lambat mereka harus
melepaskan apa yang selama ini mereka genggam. Hanya waktu yang
membedakannya... memang benar tak ada salahnya mencoba tapi untuk apa mencoba
jika kamu tahu itu hanya menyakitkan diri kamu? Mengapa kamu tidak berusaha
melepaskan apa yang memang bukan terbaik untuk diri kamu? Banyak yang bilang
bagaimana kita tahu dia yang terbaik untuk kita atau bukan jika kita tak pernah
mencoba? Tapi setelah mencoba pada akhirnya hanya akan terlontar kalimat “ah
nyesel” apa sih yang sebenarnya hati kita ingini? Bertahan menyesal tak bertahan
pun menyesal. Sadarkah kalian setiap hal yang kita lakukan akan hanya
menghasilkan sebuah penyesalan jika kita hanya menganggap itu adalah hal yang
salah? Coba kalian fikir jika kalian menganggap hal itu benar apa kalian akan
menyesal? Penyesalan itu sama saja kalian tak pernah menghargai keputusan dan
diri kalian sendiri... lakukanlah apa yang kalian anggap benar dan jangan
dijadikan penyesalan walau itu hanya menyakiti diri kalian. Justru rasa sakit
itu ada karena kalian merasa menyesal. Tapi jika kalian menganggap hal itu
sebagai cara Tuhan untuk menguatkan kalian, kalian akan menganggap hal itu
adalah anugrah karena tanpa rasa sakit kalian tak akan pernah tahu rasanya
menjadi seseorang yang tegar. Tanpa kehilangan kalian tak akan pernah menghargai
artinya kebersamaan. Tanpa melepaskan kalian tak pernah tahu bagaimana caranya
menjaga. Dan tanpa waktu kalian tak pernah tau kapan kalian akan dewasa.