Aku bagaikan menulis dengan tinta putih. Menulis segala sesuatu yang tak pernah bisa kamu baca. Mengungkapan isi hati hanya dengan sederet abjad. Menguntai kata demi kata mengikuti irama dan suasana hati. Menggambarkan sebuah hati yang tak pernah bisa dilihat dengan indra penglihatan. Begitu banyak kata dan kalimat yang aku tulis untuk kamu baca tapi sayang aku bukanlah yang ingin kamu baca. Aku bagaikan sebuah koran lusuh yang berwarna kuning dan tak menarik untuk dibaca. Dibandingkan dengan majalah majalah yang berwarna dan baru aku tak ada apa apanya. Tapi kamu harus tau terkadang sesuatu yang kamu abaikan justu itu adalah yang terbaik. Sesuatu yang kamu nilai dengan sebelah mata adalah sesuatu yang paling kamu butuhkan. Mungkin kamu tak akan menyadarinya saat itu juga tapi suatu saat ketika itu hilang kamu akan sadar mana yang sebenarnya kamu butuhkan mana yang tidak. Bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang paling kamu butuhkan? Sakit? Inget rasa sakit kamu tidak sebanding dengan luka yang kamu torehkan dihatiku apa yang aku rasa jauh lebih sakit dari apa yang kamu rasa. Airmataku, senyumku, bahkan disaat tawaku sakit itu selalu terasa. Bukan karena aku pendendam. Bukan karena aku perhitungan. Bukan karena aku tak bisa memaafkan. Tapi karena seberusaha apapun aku mencoba lupakan namun justru rasa sakit itu yang semakin terbayang. Kamu tau rasanya pernah memendam sebuah rasa yang mungkin tak akan pernah bisa diucapkan?
Welcome
Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....
Rabu, 02 April 2014
....
Categories
abstrak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rabu, 02 April 2014
....
Aku bagaikan menulis dengan tinta putih. Menulis segala sesuatu yang tak pernah bisa kamu baca. Mengungkapan isi hati hanya dengan sederet abjad. Menguntai kata demi kata mengikuti irama dan suasana hati. Menggambarkan sebuah hati yang tak pernah bisa dilihat dengan indra penglihatan. Begitu banyak kata dan kalimat yang aku tulis untuk kamu baca tapi sayang aku bukanlah yang ingin kamu baca. Aku bagaikan sebuah koran lusuh yang berwarna kuning dan tak menarik untuk dibaca. Dibandingkan dengan majalah majalah yang berwarna dan baru aku tak ada apa apanya. Tapi kamu harus tau terkadang sesuatu yang kamu abaikan justu itu adalah yang terbaik. Sesuatu yang kamu nilai dengan sebelah mata adalah sesuatu yang paling kamu butuhkan. Mungkin kamu tak akan menyadarinya saat itu juga tapi suatu saat ketika itu hilang kamu akan sadar mana yang sebenarnya kamu butuhkan mana yang tidak. Bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang paling kamu butuhkan? Sakit? Inget rasa sakit kamu tidak sebanding dengan luka yang kamu torehkan dihatiku apa yang aku rasa jauh lebih sakit dari apa yang kamu rasa. Airmataku, senyumku, bahkan disaat tawaku sakit itu selalu terasa. Bukan karena aku pendendam. Bukan karena aku perhitungan. Bukan karena aku tak bisa memaafkan. Tapi karena seberusaha apapun aku mencoba lupakan namun justru rasa sakit itu yang semakin terbayang. Kamu tau rasanya pernah memendam sebuah rasa yang mungkin tak akan pernah bisa diucapkan?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar