Welcome

Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....


Rabu, 28 Mei 2014

Hei Tulang Rusukku...

Diposting oleh Unknown di 03.58
Hari ini seperti biasa kamu mengirimkan pesan teks yang sama “jangan lupa makan dan sholat” dan seperti biasa aku tak membalasnya. Bukan aku mengacuhkanmu wahai wanita idamanku, bukan aku tak memperdulikanmu wahai wanita pencuri hati ini sejak tujuh tahun yang lalu... hanya saja aku merasa belum pantas berdiri disampingmu, mengenggam tanganmu, memeluk dirimu disaat kamu merindukan kehadiranku, mencium keningmu ketika kamu merasa gelisah meski aku tahu bahwa itu semua yang kamu harapkan dari diriku yang kerdil ini.

Mungkin kamu berpikir aku tak menyayangimu seperti kamu menyayangiku namun kamu keliru, cinta. Aku menyayangimu bahkan lebih menyayangimu lebih dari yang kamu tau. Aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan. Aku melihat mu berangkat kuliah, aku mengamati ketika kamu keluar rumah dengan siapa dan untuk apa. Memang aku pengecut bahkan terlalu pengecut untuk tampil dihadapanmu, aku hanya mampu bersembunyi dibalik bayanganmu. Ingin rasanya ketika kamu meneteskan airmata untukku, aku hadir dihadapanmu dan mengapus airmata itu dengan lembut. Aku ingin berlari memelukmu ketika kamu sedang merindukan aku.

Sayang... kamu harus tau aku pun tersiksa dengan keadaan ini bahkan aku lebih tersiksa darimu. Ketika aku melihatmu asik dengan pria lain, hati ku sakit bahkan sangat sakit. Ketika pria lain hadir mencoba menggantikan posisiku dihatimu aku marah kepadamu bahkan aku sangat membencimu namun aku sadar kamu melakukan itu semua karena kesalahanku. Ketika pria lain yang menghapus airmatamu dan menggantikannya dengan senyum manis dipipimu aku menangis sayang.

Wahai wanita yang hanya mampu ku sebut namamu dalam doa... perasaanku tak pernah berubah sedikitpun sejak tujuh tahun yang lalu. Maafkan aku yang terkadang terkesan memberikan harapan kosong untukmu, namun kamu harus mengerti sayang itu adalah doa yang selalu ku panjatkan kepada-Nya untuk kita.

Bukan kamu yang menjadi penganggum rahasiaku namun aku yang menjadi penganggum rahasiamu. Aku memang tak menunjukkan itu kepadamu sama seperti halnya kamu yang berusaha menunjukkan itu kepadaku. Aku tak pernah menggunakan media sosial untuk mengutarakan perasaanku.

Hei tulang rusukku... mungkin disaat kamu merindukan ku disaat itu juga aku sedang tak mampu menahan kerindukanku kepadamu. Mampukah kamu mendengar suara ku yang selalu memanggilmu? Mampukah kamu merasakan bagaimana aku tak ingin kamu melupakan aku? Maafkan aku yang membuatmu terjebak oleh perasaan yang sangat menyakitkan ini. Maafkan aku yang harus membawamu kedalam kehidupanku yang gelap ini. Maafkan aku yang menyayangimu namun selalu membuatmu menangis....

Sampai kapanpun aku tak pernah mampu untuk menyetuhmu, tak mampu bersanding denganmu, tak mampu menghabiskan waktu bersama dengan penuh cinta. Aku hanya mampu berdoa semoga kamu selalu bahagia dan menemukan seseorang yang jauh lebih baik dariku.

Aku tahu segalanya sudah terlambat untuk berkata dihadapanmu “aku sangat mencintaimu tulang rusukku” karena kita sudah ada didunia yang berbeda... Aku mohon jangan membenci aku dengan semua ketololanku selama ini. Aku mohon jangan lupakanku dengan semua kepergianku yang secara tiba-tiba ini. Aku tak sanggup bila orang yang selalu kucintai membenciku. Aku hanya tak ingin membuatmu lebih merasa sakit lagi bila kamu mengetahui semua ini. Aku menunggumu disini wahai tulang rusukku, dirumah kita. Kamu tak perlu menungguku pulang karena meski aku pulang kamu tak akan mampu melihatku. Aku  yang akan menunggumu pulang wanita idamanku.


Dan aku akan selalu ada bersama bayanganmu. Aku akan selalu ada disampingmu ketika kamu merindukanku. Aku akan menghapus airmatamu meski kamu tak mampu melihatku. Tak apa bila kamu tak mampu melihatku aku sudah bahagia bila aku selalu dapat melihatmu setiap hari, membalas atas apa yang selama ini telah aku tinggalkan. Melakukan hal-hal yang seharusnya aku lakukan ketika kamu masih mampu melihatku. Aku berjanji tak akan meninggalkanmu seperti dulu. Aku akan memberikanmu kebahagian dengan cara ku sendiri, dengan cara yang berbeda...


Dari Tulang Rusukmu yang Patah...

0 komentar:

Posting Komentar

Rabu, 28 Mei 2014

Hei Tulang Rusukku...

Diposting oleh Unknown di 03.58
Hari ini seperti biasa kamu mengirimkan pesan teks yang sama “jangan lupa makan dan sholat” dan seperti biasa aku tak membalasnya. Bukan aku mengacuhkanmu wahai wanita idamanku, bukan aku tak memperdulikanmu wahai wanita pencuri hati ini sejak tujuh tahun yang lalu... hanya saja aku merasa belum pantas berdiri disampingmu, mengenggam tanganmu, memeluk dirimu disaat kamu merindukan kehadiranku, mencium keningmu ketika kamu merasa gelisah meski aku tahu bahwa itu semua yang kamu harapkan dari diriku yang kerdil ini.

Mungkin kamu berpikir aku tak menyayangimu seperti kamu menyayangiku namun kamu keliru, cinta. Aku menyayangimu bahkan lebih menyayangimu lebih dari yang kamu tau. Aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan. Aku melihat mu berangkat kuliah, aku mengamati ketika kamu keluar rumah dengan siapa dan untuk apa. Memang aku pengecut bahkan terlalu pengecut untuk tampil dihadapanmu, aku hanya mampu bersembunyi dibalik bayanganmu. Ingin rasanya ketika kamu meneteskan airmata untukku, aku hadir dihadapanmu dan mengapus airmata itu dengan lembut. Aku ingin berlari memelukmu ketika kamu sedang merindukan aku.

Sayang... kamu harus tau aku pun tersiksa dengan keadaan ini bahkan aku lebih tersiksa darimu. Ketika aku melihatmu asik dengan pria lain, hati ku sakit bahkan sangat sakit. Ketika pria lain hadir mencoba menggantikan posisiku dihatimu aku marah kepadamu bahkan aku sangat membencimu namun aku sadar kamu melakukan itu semua karena kesalahanku. Ketika pria lain yang menghapus airmatamu dan menggantikannya dengan senyum manis dipipimu aku menangis sayang.

Wahai wanita yang hanya mampu ku sebut namamu dalam doa... perasaanku tak pernah berubah sedikitpun sejak tujuh tahun yang lalu. Maafkan aku yang terkadang terkesan memberikan harapan kosong untukmu, namun kamu harus mengerti sayang itu adalah doa yang selalu ku panjatkan kepada-Nya untuk kita.

Bukan kamu yang menjadi penganggum rahasiaku namun aku yang menjadi penganggum rahasiamu. Aku memang tak menunjukkan itu kepadamu sama seperti halnya kamu yang berusaha menunjukkan itu kepadaku. Aku tak pernah menggunakan media sosial untuk mengutarakan perasaanku.

Hei tulang rusukku... mungkin disaat kamu merindukan ku disaat itu juga aku sedang tak mampu menahan kerindukanku kepadamu. Mampukah kamu mendengar suara ku yang selalu memanggilmu? Mampukah kamu merasakan bagaimana aku tak ingin kamu melupakan aku? Maafkan aku yang membuatmu terjebak oleh perasaan yang sangat menyakitkan ini. Maafkan aku yang harus membawamu kedalam kehidupanku yang gelap ini. Maafkan aku yang menyayangimu namun selalu membuatmu menangis....

Sampai kapanpun aku tak pernah mampu untuk menyetuhmu, tak mampu bersanding denganmu, tak mampu menghabiskan waktu bersama dengan penuh cinta. Aku hanya mampu berdoa semoga kamu selalu bahagia dan menemukan seseorang yang jauh lebih baik dariku.

Aku tahu segalanya sudah terlambat untuk berkata dihadapanmu “aku sangat mencintaimu tulang rusukku” karena kita sudah ada didunia yang berbeda... Aku mohon jangan membenci aku dengan semua ketololanku selama ini. Aku mohon jangan lupakanku dengan semua kepergianku yang secara tiba-tiba ini. Aku tak sanggup bila orang yang selalu kucintai membenciku. Aku hanya tak ingin membuatmu lebih merasa sakit lagi bila kamu mengetahui semua ini. Aku menunggumu disini wahai tulang rusukku, dirumah kita. Kamu tak perlu menungguku pulang karena meski aku pulang kamu tak akan mampu melihatku. Aku  yang akan menunggumu pulang wanita idamanku.


Dan aku akan selalu ada bersama bayanganmu. Aku akan selalu ada disampingmu ketika kamu merindukanku. Aku akan menghapus airmatamu meski kamu tak mampu melihatku. Tak apa bila kamu tak mampu melihatku aku sudah bahagia bila aku selalu dapat melihatmu setiap hari, membalas atas apa yang selama ini telah aku tinggalkan. Melakukan hal-hal yang seharusnya aku lakukan ketika kamu masih mampu melihatku. Aku berjanji tak akan meninggalkanmu seperti dulu. Aku akan memberikanmu kebahagian dengan cara ku sendiri, dengan cara yang berbeda...


Dari Tulang Rusukmu yang Patah...

0 komentar on "Hei Tulang Rusukku..."

Posting Komentar

About

blogspot tutorial,blog,tips blogging

Blogroll

My Blog List

Blogger templates

Blogger news

 

My World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review