Tuhan andai aku dapat berjalan mundur mungkin aku akan melakukannya... namun apa mungkin itu yang terbaik untukku? Tuhan andai aku bisa menghentikan waktu mungkin aku akan menghentikkannya untuk saat saat yang bahagia... namun apa kebahagian itu akan terasa bahagia yang sama ketika waktu tak bisa dihentikkan? Tuhan andai aku mampu untuk menerima semua takdir-Mu mungkin tak akan pernah ada airmata yang mengalir di pipi... namun apa benar itu senyuman yang tulus? Bagaimana mungkin aku tau itu yang terbaik jika aku hanya mengharapakan masa lalu? Bagiamana mungkin aku bisa menghentikkan waktu jika justru waktu yang menunjukkan masa depanku? Bagaimana mungkin aku bisa tersenyum tulus bila aku tak pernah merasakan rasanya air mata jatuh dipipi? Aku bodoh jika terus mengharapkan kebahagiaan bila tak pernah merasakan apa itu menderita. Aku mati rasa jika dapat terus tersenyum tanpa tau apa itu menangis. Tuhan bukan kebahagiaan yang terus aku inginkan. Bukan senyuman yang selalu ingin aku rasakan. Aku hanya ingin bagaimana caranya menjadi sesosok yang kuat tanpa harus mengeluh. Aku hanya ingin bisa selalu dapat tersenyum dengan tulus ketika hati ini menangis.
Welcome
Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....
Rabu, 09 April 2014
Tuhan
Categories
abstrak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Rabu, 09 April 2014
Tuhan
Tuhan andai aku dapat berjalan mundur mungkin aku akan melakukannya... namun apa mungkin itu yang terbaik untukku? Tuhan andai aku bisa menghentikan waktu mungkin aku akan menghentikkannya untuk saat saat yang bahagia... namun apa kebahagian itu akan terasa bahagia yang sama ketika waktu tak bisa dihentikkan? Tuhan andai aku mampu untuk menerima semua takdir-Mu mungkin tak akan pernah ada airmata yang mengalir di pipi... namun apa benar itu senyuman yang tulus? Bagaimana mungkin aku tau itu yang terbaik jika aku hanya mengharapakan masa lalu? Bagiamana mungkin aku bisa menghentikkan waktu jika justru waktu yang menunjukkan masa depanku? Bagaimana mungkin aku bisa tersenyum tulus bila aku tak pernah merasakan rasanya air mata jatuh dipipi? Aku bodoh jika terus mengharapkan kebahagiaan bila tak pernah merasakan apa itu menderita. Aku mati rasa jika dapat terus tersenyum tanpa tau apa itu menangis. Tuhan bukan kebahagiaan yang terus aku inginkan. Bukan senyuman yang selalu ingin aku rasakan. Aku hanya ingin bagaimana caranya menjadi sesosok yang kuat tanpa harus mengeluh. Aku hanya ingin bisa selalu dapat tersenyum dengan tulus ketika hati ini menangis.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar