Welcome
Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....
Wanita itu ibarat sebuah rumah.
Dia tempat kamu mendapatkan kehangatan. Dia tempat kamu mengistirahatkan hati
dan pikiran. Dia tempat kamu berteduh dari hujan dan panas. Dia tempat kamu
menghabiskan waktu. Dia saksi kamu ketika kamu senang atau sedih.
Ketika bukan kepada kedua orang
tua kamu mengadu, kamu mencari siapa? Pasti mencari wanitamu. Ketika
teman-temanmu menjauhkan kamu, kamu minta temenin siapa? Pasti ditemenin wanitamu.
Ketika kamu banyak masalah telinga siapa yang kamu pake? Pasti telinga wanitamu. Ketika kamu
sedang marah siapa yang menjadi pelampiasan amarah kamu? Pasti wanitamu. Ketika
kamu merasa sendiri siapa yang kamu hubungi? Temanmu? Orangtuamu? Pasti
wanitamu. Walau kadang dia yang mencari kamu tapi kamu sibuk dengan hal yang
lain, walau kadang ketika dia minta kamu
temenin kamu tapi kamu lebih milih nemenin temen kamu, walau kadang telinga
kamu ngga selalu ada disaat dia perlu untuk didengarkan, walau kadang dia
sedang cape kamu tetap ngomelin dia. Sadar ngga sih kalo kehadiran wanita itu
berharga banget? Bukan wanita yang tak bisa hidup tanpa pria. Tapi pria yang
tak bisa hidup tanpa wanita. Karena pria sudah biasa menggantung hidupnya
kepada wanita. Tapi kenapa banyak pria yang mensia-siakan wanita?
Inget kamu bisa mendekati banyak
wanita tapi cuma satu wanita yang bener2 kamu butuhkan. Seperti apa yang kamu
butuhkan? Dia yang selalu cari ketika kamu dalam kesulitan. Dia yang kamu cari
untuk siap menyediakan telinga, mulut, mata bahkan hatinya untukmu walau banyak
wanita lain disisimu. Dia yang selalu siap menjadi satpammu, ibumu, temanmu,
psikiatermu, bahkan musuhmu. Masih tegakah kamu membuat airmatanya jatuh
setelah apa yang dia berikan untukmu? Tidak merasa sakitkah kamu melihat
seseorang yang selalu ada untukmu merasakan sakit? Masih bisakah kamu melirik
wanita lain disaat dia selalu menutup matanya dari pria pria yang mungkin jauh
lebih baik dari kamu? Sadarkah kamu perjuangannya untuk agar selalu ada untuk
kamu? Terkadang dia harus menahan kesal ketika melihat ulahmu. Dia harus
menyelesaikan masalah sendiri karena tak ingin menambah beban masalah kamu. Dia
harus menahan cape disaat kamu jadikan dia pelampiasaan amarahmu. Dia harus
menahan airmatanya agar selalu terlihat tegar dihadapan kamu. Mengapa dia
menahan semuanya? Karena bagi dia percuma membagi itu jika itu hanya akan
merepotkan kamu. Jika itu hanya bisa membuat kamu melontarkan kata “lebay”.
Jika itu hanya semua keluhan untuk kamu. Dan karena percuma membagi jika kamu
tak pernah mau mengerti apa yang dia rasakan.
Silahkan hatimu berkelana karena
dia tahu dimana dia akan menetap. Karena dia tahu kemana dia harus kembali.
Karena dia tahu siapa yang selalu ada disaat dia butuhkan. Karena dia tahu apa
dia cari. Karena dia tahu kapan waktunya yang tepat. Karena dia tahu mengapa
harus dia.
Anggap saja dia sedang dalam
perjalanan. Dan diperjalanan itu banyak cobaan ada macet, lampu merah, polisi,
ban bocor, bensin habis, kendaraan mogok, bahkan kadang ada yang tersasar.
Hingga akhirnya dia sadari bahwa kamu ada tujuan terakhirnya.
Walau terkadang dia bawel nan
cerewet seperti ibumu itu karena mereka sama sama wanita. Seharusnya kamu
merasa beruntung bisa mendapatkan dia yang sama seperti ibumu, itu tandanya
kasih sayang dia sama ibumu sama besarnya. Rasa sayang dia ke kamu sama seperti
rasa sayang seorang ibu kepada anaknya. Tak sadar lagi kah kamu? Iya pasti.
Karena yang kamu liat hanya sisi jelek dia, kamu tak pernah ingin tahu apa sisi
baik dari wanitamu. Kamu hanya bisa menilai sebelah mata. Wanita yang
seharusnya kamu pandang dan kamu jaga justru kamu acuhkan dan kamu abaikan. Dan
kamu lebih memilih wanita lain yang belum tentu sama dengan wanitamu.
Wanita itu ibarat sebuah rumah.
Dia tempat kamu mendapatkan kehangatan. Dia tempat kamu mengistirahatkan hati
dan pikiran. Dia tempat kamu berteduh dari hujan dan panas. Dia tempat kamu
menghabiskan waktu. Dia saksi kamu ketika kamu senang atau sedih.
Ketika bukan kepada kedua orang
tua kamu mengadu, kamu mencari siapa? Pasti mencari wanitamu. Ketika
teman-temanmu menjauhkan kamu, kamu minta temenin siapa? Pasti ditemenin wanitamu.
Ketika kamu banyak masalah telinga siapa yang kamu pake? Pasti telinga wanitamu. Ketika kamu
sedang marah siapa yang menjadi pelampiasan amarah kamu? Pasti wanitamu. Ketika
kamu merasa sendiri siapa yang kamu hubungi? Temanmu? Orangtuamu? Pasti
wanitamu. Walau kadang dia yang mencari kamu tapi kamu sibuk dengan hal yang
lain, walau kadang ketika dia minta kamu
temenin kamu tapi kamu lebih milih nemenin temen kamu, walau kadang telinga
kamu ngga selalu ada disaat dia perlu untuk didengarkan, walau kadang dia
sedang cape kamu tetap ngomelin dia. Sadar ngga sih kalo kehadiran wanita itu
berharga banget? Bukan wanita yang tak bisa hidup tanpa pria. Tapi pria yang
tak bisa hidup tanpa wanita. Karena pria sudah biasa menggantung hidupnya
kepada wanita. Tapi kenapa banyak pria yang mensia-siakan wanita?
Inget kamu bisa mendekati banyak
wanita tapi cuma satu wanita yang bener2 kamu butuhkan. Seperti apa yang kamu
butuhkan? Dia yang selalu cari ketika kamu dalam kesulitan. Dia yang kamu cari
untuk siap menyediakan telinga, mulut, mata bahkan hatinya untukmu walau banyak
wanita lain disisimu. Dia yang selalu siap menjadi satpammu, ibumu, temanmu,
psikiatermu, bahkan musuhmu. Masih tegakah kamu membuat airmatanya jatuh
setelah apa yang dia berikan untukmu? Tidak merasa sakitkah kamu melihat
seseorang yang selalu ada untukmu merasakan sakit? Masih bisakah kamu melirik
wanita lain disaat dia selalu menutup matanya dari pria pria yang mungkin jauh
lebih baik dari kamu? Sadarkah kamu perjuangannya untuk agar selalu ada untuk
kamu? Terkadang dia harus menahan kesal ketika melihat ulahmu. Dia harus
menyelesaikan masalah sendiri karena tak ingin menambah beban masalah kamu. Dia
harus menahan cape disaat kamu jadikan dia pelampiasaan amarahmu. Dia harus
menahan airmatanya agar selalu terlihat tegar dihadapan kamu. Mengapa dia
menahan semuanya? Karena bagi dia percuma membagi itu jika itu hanya akan
merepotkan kamu. Jika itu hanya bisa membuat kamu melontarkan kata “lebay”.
Jika itu hanya semua keluhan untuk kamu. Dan karena percuma membagi jika kamu
tak pernah mau mengerti apa yang dia rasakan.
Silahkan hatimu berkelana karena
dia tahu dimana dia akan menetap. Karena dia tahu kemana dia harus kembali.
Karena dia tahu siapa yang selalu ada disaat dia butuhkan. Karena dia tahu apa
dia cari. Karena dia tahu kapan waktunya yang tepat. Karena dia tahu mengapa
harus dia.
Anggap saja dia sedang dalam
perjalanan. Dan diperjalanan itu banyak cobaan ada macet, lampu merah, polisi,
ban bocor, bensin habis, kendaraan mogok, bahkan kadang ada yang tersasar.
Hingga akhirnya dia sadari bahwa kamu ada tujuan terakhirnya.
Walau terkadang dia bawel nan
cerewet seperti ibumu itu karena mereka sama sama wanita. Seharusnya kamu
merasa beruntung bisa mendapatkan dia yang sama seperti ibumu, itu tandanya
kasih sayang dia sama ibumu sama besarnya. Rasa sayang dia ke kamu sama seperti
rasa sayang seorang ibu kepada anaknya. Tak sadar lagi kah kamu? Iya pasti.
Karena yang kamu liat hanya sisi jelek dia, kamu tak pernah ingin tahu apa sisi
baik dari wanitamu. Kamu hanya bisa menilai sebelah mata. Wanita yang
seharusnya kamu pandang dan kamu jaga justru kamu acuhkan dan kamu abaikan. Dan
kamu lebih memilih wanita lain yang belum tentu sama dengan wanitamu.
0 komentar:
Posting Komentar