Welcome

Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....


Kamis, 24 April 2014

AYAH

Diposting oleh Unknown di 01.02 0 komentar
Untukmu...AYAH

AYAH...
Ketika takbir dan iqamat telah dikumandangkan
Diliang lahat itulah saat terakhir kami melihat jasadmu
Ketika tujuh langkah meninggalkan makammu
Itulah saat terakhir kami mengantarmu

Mulai saat ini, esok dan selamanya
Tiada engkau di sisi kami
Tiada dirimu yang penuh sejuta canda dan tawa
Tiada belai kasih dan sayangmu
Kau tinggalkan kami dalam husnul khatimah
Kau tinggalkan kami dalam kenangan indah

Tapi...
Tiada kami sesali kepergianmu
Kalau itu takdir yang Maha Kuasa
Takkan kami tangisi kepergianmu
Kalau itu suratan Illahi Rabbi

AYAH TERCINTA...
Doa kami menyertaimu
Kami ikhlaskan kepergianmu
Kami relakan kebahagiaanmu disisi-Nya
Semoga kubur yang lapang balasan amalmu
Dan surga jannatun naim imbalan segala ibadahmu

Selamat Jalan AYAH Kami TERCINTA
Sejuta Kenangan Terukir Di Hati
Sejuta Nasihat Tertanam Di Sanubari
Selamat Jalan
DOA KAMI SELALU MENYERTAIMU...

Rabu, 23 April 2014

Dream

Diposting oleh Unknown di 03.17 0 komentar
Semua orang pasti memiliki mimpi.
Semua orang pasti pernah bermimpi.
Semua orang pasti selalu bermimpi.

Namun tak semua orang bisa selalu menjaga mimpi itu.
Tak semua orang mampu mengwujudkan mimpi itu.
Tak semua orang selalu berani untuk bermimpi.

Terkadang seseorang takut dengan mimpi.
Takut jika itu semua hanya sekedar 'mimpi'.
Takut jika itu semua hanya harap yang sia-sia.

Ketahuilah tak ada yang sia-sia.
Jika kita selalu usaha, yakin dan akhirnya kita akan sampai.

Teruslah bermimpi...

Bermimpilah dalam hidup namun jangan pernah hidup dalam mimpi.

Jangan pernah berfikir bagaimana mengakhiri mimpi.
Namun berfikirlah bagaimana mengawali mimpi.
Jangan jadikan mimpi sesuatu yang semua.
Namun jadikanlah mimpi suatu kenyataan.

Jadikan mimpi suatu tujuan bukan khayalan semata.
Jadikan mimpi sebagai bus bukan halte.
Jadikan mimpi sebagai penggerak bukan penghalang.
Jadikan mimpi sebagi doa bukan ancaman.

Tak usah takut dengan kegagalan.
Karena tanpa ada kata "gagal".
Tak akan pernah ada kata "berhasil"

Namun satu hal yang kita harus ingat.
Walau terkadang mimpi jauh lebih indah dari kenyataan.
Tapi sadarilah bahwa kenyataan jauh lebih indah dari mimpi.
Terlebih jika kita mampu mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.

Buatlah orang tertawa karena mimpi kita yang konyol.
Namun pada akhirnya buatlah orang tercengang karena mimpi kita yang konyol.
Jadikan tawa orang sebagai tawa bangga bukan tawa cacian.
Jadikan sesuatu yang konyol sebagai sesuatu yang berkesan.

Mimpi adalah awal. Kenyataan adalah akhir.

Sabtu, 12 April 2014

Kangen!

Diposting oleh Unknown di 23.47 0 komentar
Kangen!

Ntah mengapa sekarang kata ini begitu terasa menyiksa...
Kata ini seakan kehilangan makna atau bahkan justru semakin banyak makna didalamannya...
Ntah apa yang membuat perasaan ini selalu hadir seketika...

Andai melupakan semudah kata ini hadir...
Andai tak pernah ada kata kangen...

Apa kamu tau aku saat ini sangat merindukan sosok kehadiranmu?
Apa kamu sadar betapa berharganya kehadiranmu disisiku?
Kamu tak akan pernah tau dan tak akan pernah sadar karena kamu memang tak pernah ingin tau dan tak pernah ingin sadar.

Memang benar aku merindukanmu namun bukan berarti aku ingin bertemu denganmu.
Bertemu denganmu bagaikan racun. Bukan menghilangkan rasa ini tapi justru membuat rasa ini terus melekat.
Memang benar aku masih menyayangimu namun bukan berarti aku ingin kembali padamu.
Kembali padamu hanya akan mengulang luka yang sama, luka yang seakan-akan tak pernah bisa hilang.

Andai aku bisa kembali padamu tanpa harus mengulang segala rasa sakit itu.
Andai aku mampu berjalan terus tanpa harus sedikit pun menengok kembali kebelakang.
Namun apa daya rasa ini selalu hadir tanpa aku atau pun kamu yang mengudangnya...

Jumat, 11 April 2014

Setelah itu

Diposting oleh Unknown di 20.06 0 komentar
Setelah perpisahan itu apa semua masih sama saat pertama kali kita berjumpa?
Setelah perpisahan itu apa rasa itu masih ada sama saat pertama kali kita jatuh cinta?
Setelah perpisahan itu apa apa kamu masih sama saat pertama kali aku mengenalmu?
Aku rasa semua itu sudah berubah... Bukan aku yang ingin merubahnya... Bukan aku yang mengharapakan perubahan itu diantara kita...
Andai aku boleh memilih aku ingin semuanya tetap sama seperti awal walau aku tau itu tak mungkin...
Jujur aku merindukan semuanya... Aku merindukan kamu... Kamu yang perhatian, kamu yang care, kamu yang asik, dan kamu yang selalu ada untukku... Bukan kamu yang sekarang! Kamu yang menjauh yang terasa ada jarak diantara kita. Aku sadar semua telah berubah namun apa salah aku memimpikan itu semua? 
Aku tak butuh dia atau mereka aku hanya butuh kamu yang dulu. Bukan aku tak bisa menerima apa adanya kamu yang sekarang aku hanya merindukan semuanya...
Maafkan aku bila aku banyak menuntut... Mulai sekarang aku akan mencoba menerima kamu yang sekarang kamu yang 'baru'.
Aku tak akan egois untuk meminta kamu menjadi kamu yang dulu walau itu harapan ku.
Aku akan menerima kamu apa adanya tanpa banyak menutut hanya karena aku menyayangimu.
Aku tak mengharapakn kamu mau membalas perasaanku aku hanya ingin kamu tahu bahwa perasaan aku masih sama saat pertama kali berjumpa tak ada sedikit pun yang berubah dari perasaanku kepadamu.
Maafkan aku karena kau terlalu menyayangimu...
Maafkan atas rasa ini yang telah ada untukmu...
Walau aku sudah melawannya namun aku tak mampu...
Aku merindukan semua tentang kita yang dulu...
Aku selalu memberi kesempatan seolah-olah semuanya baik baik saja untuk apa? karena harapan kecil dihatiku tentang kita yang dulu tak pernah padam selalu mencoba agar suatu saat nanti datang keajaiban dan membuat semuanya kembali seperti dulu.
Tak perlu kamu ingatkan, aku tahu, aku sadar, itu hanya khayalan.
Tak perlu kamu jelaskan kehidupan yang sempurna itu hanya ada didongeng.
Tapi apa aku salah berusaha mewujudkan mimpi itu?
Apa aku salah bila aku berdoa agar khayalan itu menjadi nyata?
Mungkin aku bukan lagi yang terpenting lagi untukmu.
Mungkin aku bukan lagi yang kamu sayangi.
Mungkin aku bukan siapa-siapa lagi dihatimu.
Dan mungkin aku bukan yang kamu harapakan dan kamu inginkan.
Berpura-puralah kamu mencintai aku hingga akhirnya kamu lupa bahwa kamu sedang berpura-pura...

Saat Kamu...

Diposting oleh Unknown di 19.44 0 komentar
Saat kamu berpaling dari aku...
Saat kamu telah menutup telinga mendengarkan aku...
Biasanya kamu selalu hadir untuk mendengarkan aku dan menenangkan aku...
Namun kamu telah pergi jauh bersama seseorang yang sangat sempurna dan aku sekarang tak lagi berguna...
Tentang aku telah kamu lupakan...
Jauh kenangan kamu buang...
Harapan kamu hilangkan...
Bayangan aku telah sirna...
Kamu tinggal jauh disana dan sekarang aku merasakan semua yang seharusnya telah tiada...
Tangis perih setiap malamku...
Rasakan tawa indah di setiap waktu kudengarkan...
Berarakan dengan siapa aku sekarang...
Penyesalan aku tak kunjung henti aku telah salah mengambil tujuan...
Dan sekarang perkataanmu yang biasa indah kini menjadi busuk menusuk-nusuk...
Aku hanya ingin kembali menjalani semua dengan bersamamu...

Semuanya...

Diposting oleh Unknown di 19.35 0 komentar
Semua berjalan singkat dan tak pernah terduga hingga akhirnya aku pun menyadari bahwa aku telah jatuh cinta... Cinta yang aku rasa dan aku fikir tak boleh dan tak seharusnya terjadi...satu alasan yang pasti hatimu tak mungkin pernah kumiliki karena aku tak pernah ada dihatimu. Terusik rasa untuk menyerah memperjuangkan segala rasa cintaku ini. Namun, aku gundah dengan sikapmu yang seolah membuat aku diambang kebingungan. Sifatmu membuat aku ragu akankah itu cinta atau sekedar gurauan belaka. Ku coba memasuki perjalanan menanti cintamu namun aku takut hatimu telah termiliki. Ku tak ingin mengulang luka lama itu denganmu.

Kecocokan dan Kenyamanan

Diposting oleh Unknown di 19.14 0 komentar
Kenapa orang yang mulai hubungan selalu bilang mereka cocok dan merasa nyaman sama seseorang itu tapi pada akhirnya mereka selalu berpisah dengan alasan mereka sudah tidak cocok dan tidak merasa nyaman lagi.

Apa 'kecocokan' dan 'kenyamanan' itu hanya bersifat sementara? Atau sebenarnya 'kecocokan' dan 'kenyamanan' itu tak pernah ada? 

Pendapat seseorang ' ada beberapa kemungkinan yaitu mereka ngga bisa saling setia, mereka belum mengenal pribadi pasangan mereka yang sebenarnya atau mereka belum bisa menerima kekurangan pasangan mereka'. Kalau memang seperti itu kenapa diawal mereka harus berkata 'cocok'? Seharusnya mereka sudah siap dengan semua resiko itu. Mereka harus bisa saling setia, saling mengenal pribadi pasangan mereka atau menerima segala kekurangan pasangan mereka. 

Apa mereka bilang 'udah ngga cocok' hanya untuk menutupi rasa bosen dan semua perasaan mereka yang sebenarnya? Apa cinta itu harus selamanya cocok? Kemana arti 'perbedaan' dan saling 'melengkapi' jika 'cinta itu harus cocok'? Bagaimana bisa saling melengkapi kalau sudah banyak kecocokan diantara mereka?

'Namanya juga dimabuk cinta, belum keliatan belangnya. Mereka dulu bisa bilang cocok diawal karena mereka duluin nafsu ingin saling memiliki dan rasa penasaran. Ketika merasa bosan dan sudah tidak penasaran lagi atau mungkin malah penasaran sama yang lain karena mereka tidak berusaha buat setia'

Hmm jadi 'kecocokan' itu hanya alasan untuk memenuhi nafsu dan rasa penasaran mereka?

Lantas apa yang kalian rasakan kepada pasangan kalian? Apa 'kecocokan' diantara kalian memang benar-benar 'cocok' atau hanya 'kecocokan' sementara?

Dan 'kenyamanan'...
Apa sih arti 'kenyamanan' yang sebenarnya? Kenapa kalau udah tidak nyaman kita memutuskan untuk saling berpisah? Layaknya barang yang sudah rusak lalu dibuang begitu saja tanpa perduli bahwa dulu barang itu banyak kegunaannya. 

Kenapa banyak pasangan yang tidak bisa mempertahankan 'kenyamanan' itu? Siapa yang salah? Apa yang salah? Aneh bukan manusia itu? Tak pernah puas...

Cinta Terlarang

Diposting oleh Unknown di 18.49 0 komentar
Ada ngga asih sebenarnya cinta terlarang itu? kalau terlarang kenapa harus ada cinta diantara keduanya? Apa yang salah? 

Aneh bukan. Kenapa Tuhan menciptakan rasa cinta di antara keduanya padahal rasa cinta itu tak seharusnya ada. Karena mereka Berbeda...

Untuk apa rasa cinta itu? apa hanya membuat kita merasa terluka atas rasa cinta itu? 

Kata seseorang 'terlarang sih ngga tapi resiko ditanggung masing-masing' . Lantas apa mampu kita menghadapi segala resiko yang ada? Awalnya mungkin mampu tapi kenapa lama kelamaan akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah juga? Kemana kekuatan dan komitmen yang ada di awal? Apa karena perbedaan?

Kata orang-orang perbedaan itu indah. Tapi kenapa keindahan itu terasa menyakitkan? Apa memang harus segala yang indah itu akhirnya terasa sakit? Ntahlah...

Seseorang itu juga bilang 'sebenarnya itu bukan cinta tapi ujian, Tuhan ingin tahu apa yang akan kita pilih Dia atau manusia, kita akan memprioritaskan Dia atau manusia' Lantas mengapa banyak orang yang menjalankkannya? Apa itu berarti mereka lebih memilih manusia daripada Tuhan? Menjalankkan cinta yang terlarang itu jauh lebih berat daripada cinta yang biasa.

Move On

Diposting oleh Unknown di 02.48 0 komentar
Move On?

 Apa sih arti move on sebenarnya?
Emang harus ya move on itu punya pasangan dulu baru diartikan "move on"?
Banyak kok yang udah pada punya pasangan lagi tapi nyatanya mereka belom bisa move on.
Percuma punya yang baru kalo hati masih yang ke lama itu cuma ngajarin kita buat munafik.

Lagipula ngga selamanya orang yang single itu berarti belom bisa move on mungkin emang pilihan hidup dia buat sendiri dulu.
Biarin kalo mantan udah punya pasangan lagi itu bukan patokan kita harus punya pasangan juga.
Karena belom tentu si mantan udah punya pasangan lagi itu artinya dia udah bisa move on dari kita.
"Berpasangan" itu bukan cuma buat status sama buat manas-manasin mantan doang.

Rabu, 09 April 2014

Yang Terbaik dari Yang Paling Baik

Diposting oleh Unknown di 22.06 0 komentar
Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan...

Ketika kita mengingikan seeorang hadir disisi kita tapi kita tak pernah mendapatkannya itu bukan karena Tuhan tak mendengar doa doa kita tapi Tuhan tahu untuk saat ini 'sendiri' adalah pilihan yang terbaik untuk kita.

Ketika kita mengadu dengan airmata tapi Tuhan justru menambah airmata kita itu bukan karena Tuhan menginginkan kita selalu menangis tapi Tuhan ingin melihat seberapa kuat kita menahan airmata itu.

Ketika kita mendapat musibah tapi Tuhan memberikan cobaan yang lebih dari itu bukan karena Tuhan kejam tapi Tuhan tahu kita mampu lebih kuat dari ini.

Ketika kita mengharapkan untuk dapat terus bersama dengan orang orang yang kita sayang tapi Tuhan justru memisahkan kita itu bukan karena Tuhan jahat tapi karena Tuhan tahu dengan kehilangannya kita mampu belajar arti kebersamaan.

'Tuhan tahu semua yang terbaik untuk kita'

'Tuhan memilih kita karena Dia yakin kita mampu menghadapi semuanya'

'Kita termasuk orang-orang pilihan yang Dia percaya'

'Jika Tuhan tak mengizinkan aku dengan dia untuk bersama itu karena Tuhan lebih mengizinkan aku untuk bersama seseorang yang jauh lebih baik dari dia'

'Tuhan yakinkan aku untuk terus mampu berdiri tegak menghadapi mentari, sadarkan aku bahwa aku bisa menjadi yang lebih kuat dari ini, biarkan aku menangis untuk kebahagiaan yang akan Kau sediakan'

Abstrak

Diposting oleh Unknown di 19.51 0 komentar
Hmm... senang tapi sakit. Apa itu? Jatuh cinta? Ya sesuai namanya jatuh itu sakit tapi cinta. 


Menyayangi seseorang yang tak seharusnya disayangi. Melupakan seseorang yang tak semestinya dilupakan. Mencintai seseorang yang tak bisa dicintai. Lucu bukan? Hidup selalu penuh dengan kata terbalik...atau munafik. 


K.A.M.U empat huruf satu kata berjuta makna. 140 karakter tidak akan mampu mendiskripsikan siapa kamu. Apa mau kamu. Mengapa harus kamu. Bagaimana dengan kamu. K.A.M.U adalah kata paling sederhana untuk mewakili segala perasaan yang ada. Tak perlu banyak kata. K.A.M.U adalah kata yang mampu membolak balikkan hati secepat kilat. Mampu mengubah mood hanya dalam hitungan detik! Detik! Hhhh... andai kata K.A.M.U tak pernah tercipta untuk K.A.M.U mungkin aku tak akan menjadi seperti ini. Seperti orang bodoh bahkan sangat amat bodoh.


Puaskah kamu sudah membuat aku seperti ini? atau masih kurang puas?  apa rencana kamu untuk membuat aku jauh lebih tersiksa dari ini? dengan cara mengajak aku kembali lalu meninggalkan aku begitu saja? bukan aku berfikiran jelek tentang kamu namun sikap kamu yang membuat aku selalu berfikiran jelek. Tapi kamu ngga sadar kan? yang kamu tahu aku cuma bisa merepotkan kamu, menyusahkan kamu, mengatur ngatur hidup kamu, dan aku memperlakukan kamu layaknya penjahat. Tapi memang benar bahwa kamu adalah penjahat. Kamu penjahat fikiran aku. Terkadang aku memperlakukan kamu layanknya anak kecil. Tapi memang benar sifat kamu kekanak-kanakan. Ingatlah terkadang bukan diri kita sendiri yang mengenali siapa kita tapi justru orang lain yang lebih mengenali diri kita sendiri.

Andai Kamu itu Aku

Diposting oleh Unknown di 19.30 0 komentar
Andai kamu itu aku...masih bisakah kamu tersenyum disaat hatimu menangis seperti aku tersenyum?
Andai kamu itu aku...sanggupkah kamu memaafkan disaat aku mengecewakanmu seperti aku memaafkanmu?
Andai kamu itu aku...mampukah kamu melihat aku dengan kedua matamu bukan dengan sebelah matamu seperti aku melihatmu?
Andai kamu itu aku...mungkinkah kamu berdiri tegak disaat ada beban berat dipundakmu seperti aku yang berdiri tegak?
Dan andai kau itu aku...bisakah kamu menyayangiku tulus seperti aku menyayangimu?

Ah...aku tak yakin 'andai kamu itu aku' mampu seperti apa yang aku lakukan dan aku rasakan saat ini...
Rasanya sulit membuat kamu merasakan seperti apa yang aku rasakan...
Rasanya mustahil membuat kmau melakuka seperti apa yang aku lakukan...
Mengapa? Ya, karena kamu itu bukan aku. Dan akan selamanya tetap seperti itu. Kamu tak akan pernah bisa menjadi aku. Dan aku tak akan pernah bisa menjadi kamu...

Bukan Hak Kamu Lagi

Diposting oleh Unknown di 17.42 0 komentar
Jaga apa yang hari ini masih menjadi hak kamu karena esok itu belum tentu menjadi hak kamu lagi. Bagaimana jika Tuhan tiba tiba berkata “itu bukan hak kamu lagi” kamu bisa apa? Bagaimana jika Tuhan tiba tiba berkeinginan “dia bukan hak kamu lagi” apa ada yang bisa menahannya? Bagaimana jika mata,hidung,mulut,telinga,kaki,tangan dan lain lainnya besok bukan hak kamu lagi? Siapkah kamu? Mampu tersenyum kah kamu tanpa airmata? Bisa  ikhlas kah kamu tanpa amarah? Kehilangan sesuatu secara mendadak memang tak pernah mudah. Kita tahu apa yang kita miliki tak mungkin selamanya tapi apakah kita tahu seberapa kuat kita menerima “tak selamanya” itu? Bagaimana rasanya melepaskan apa yang tak ingin kamu lepaskan? Sakitkah? Beratkah? Iya. Pasti. 

Tuhan

Diposting oleh Unknown di 17.40 0 komentar
Tuhan andai aku dapat berjalan mundur mungkin aku akan melakukannya... namun apa mungkin itu yang terbaik untukku? Tuhan andai aku bisa menghentikan waktu mungkin aku akan menghentikkannya untuk saat saat yang bahagia... namun apa kebahagian itu akan terasa bahagia yang sama ketika waktu tak bisa dihentikkan? Tuhan andai aku mampu untuk menerima semua takdir-Mu mungkin tak akan pernah ada airmata yang mengalir di pipi... namun apa benar itu senyuman yang tulus? Bagaimana mungkin aku tau itu yang terbaik jika aku hanya mengharapakan masa lalu? Bagiamana mungkin aku bisa menghentikkan waktu jika justru waktu yang menunjukkan masa depanku? Bagaimana mungkin aku bisa tersenyum tulus bila aku tak pernah merasakan rasanya air mata jatuh dipipi? Aku bodoh jika terus mengharapkan kebahagiaan bila tak pernah merasakan apa itu menderita. Aku mati rasa jika dapat terus tersenyum tanpa tau apa itu menangis. Tuhan bukan kebahagiaan yang terus aku inginkan. Bukan senyuman yang selalu ingin aku rasakan. Aku hanya ingin bagaimana caranya menjadi sesosok yang kuat tanpa harus mengeluh. Aku hanya ingin bisa selalu dapat tersenyum dengan tulus ketika hati ini menangis. 

Kamis, 03 April 2014

Maafkan.

Diposting oleh Unknown di 00.35 0 komentar
Maafkan jika aku masih menyayangimu. Maafkan jika aku belum mampu melupakanmu. Maafkan jika aku selalu merindukanmu. Bukan maksud aku untuk selalu menyimpan rasa kepadamu. Bukan caraku untuk tidak bisa melupakanmu. Bukan ingin ku untuk selalu mengingatmu. Andai kamu tau apa yang kurasa. Andai kamu mengerti maksud ku disaat itu. Andai dia tak pernah hadir. Ya...andai. Itu artinya hanya angan hanya mimpi. Mungkin jika dibilang munafik aku memang munafik. Mungkin jika dibilang egois aku memang egois. Tapi apa kamu tau apa alesan ku melakukan itu? Bukan karena aku sok kuat, sok tegar tapi justru karena aku terlalu lemah karena aku terlalu rapuh. Aku terlalu pengecut untuk mengulang segalanya. Aku terlalu takut jatuh dikesalahan yang sama. Aku terlalu cengeng untuk merasakan semua sakit itu kembali. Pernah aku berandai, jika saja dengan tidur aku bisa melupakan segalanya aku ingin melakukannya. Jika terbangun aku bisa menghapus memori semua tentang kita. Lucu memang karena itu hal yang tak mungkin terjadi. Aku ingin kembali. Namun aku tak ingin kembali dengan luka yang sama. Aku ingin kembali memiliki lagi senyummu, tawamu, amarahmu, ambekanmu. Tapi aku sudah terlalu melangkah jauh. Aku tak bisa kembali walau semua itu selalu terbayang. Aku tak sanggup bila aku harus melepaskanmu kembali dari awal. Lebih baik aku belajar melupakanmu dari hari ini bukan hari esok. Lebih baik aku menangis saat ini daripada aku menangis nanti namun tangisanku jauh lebih deras dari saat ini. Karena untuk aku mencapai dititik ini itu tak mudah. Untuk aku bangkit dari semua keterpurukan itu bukan hal kecil. Untuk aku tersenyum kembali itu rasanya sulit. Untukmu yang tak mungkin pernah membaca siapa aku...Aku Menyayangimu. 

hahaha.

Diposting oleh Unknown di 00.09 0 komentar
Perusak Hubungan Orang. Gue benci banget sama kata ini sumpah! Gue ngga pernah paham apa maksud sama orang-orang yang jadi perusak dihubungan lain. Apa motif dia ngelakuin itu. Apalagi kebanyakan yang jadi perusak itu cewe. Bisa ya gitu sesama cewe saling nyakitin hahaha. Ngga ada cowo lain apa cuma emang mau ngerusak terus pergi lagi? Ntah dimana pikiran orang orang yang suka kaya gitu. Dan yang paling enek dan bikin mau muntah pas ditanya pasti ngeles dan sok suci. Emang sih ya yang namanya maling mana ada yang mau ngaku. Prinsip gue didalam suatu hubungan kalo udah ada yang namanya pho gue ngga mau deh ngelanjutin. Bukan karena ngga sayang atau gue kalah tapi rasanya percuma mempertahankan kalo ujung-ujungnya lo bakal terhasut. Karena bagi gue mengalah adalah salah satu cara biar ngga ngadepin masalah yang itu itu aja. Rasanya males kalo harus selalu berantem karena alesan yang sama. Rasanya cape selalu nahan airmata disaat lo lebih belain dia. Rasanya ngga tau harus ngomong apalagi biar lo ngerti sama apa yang gue rasain. Rasanya muak selalu disalahin disaat gue bilang “cemburu”. Gue muak banget sama semuanya. Itu yang buat ngalah. Itu yang buat gue berfikir untuk mundur. Kalo gue terus mengatasnamakan ‘sayang’ apa mungkin suatu saat nanti lo akan ngerti? Apa mungkin kalo gue terus-terusan bertahan lo bisa menjanjikan kesetiaan? Apa mungkin gue tetep disisi lo, lo ngga akan terhasut? Bagi gue semua itu mustahil. Lebih baik gue ngelepasin lo dari awal sebelum rasa sayang dan rasa sakit gue pun makin dalam. Ya...gue emang egois. Tapi coba lo fikir jauh lebih egois mana gue atau lo. Gue emang sayang banget banget sama lo. Tapi itu bukan alesan gue buat ngejadiin lo selalu milik gue. Gue sadar kok dimana ada awal disitu pasti ada akhir. Dan gue yakin ini emang akhir cerita kita berdua. Percuma gue selalu milikin badan lo tapi gue ngga pernah bisa milikin hati dan fikiran lo. Percuma raga lo doang yang bisa gue sentuh tapi bukan perasaan lo yang gue sentuh. Gue ngga pernah memaksaan seseorang untuk sayang sama gue. Maka dari itu gue juga ngga akan memaksakan seseorang untuk tetap bertahan sama gue.

Rabu, 02 April 2014

....

Diposting oleh Unknown di 20.01 0 komentar
Aku bagaikan menulis dengan tinta putih. Menulis segala sesuatu yang tak pernah bisa kamu baca. Mengungkapan isi hati hanya dengan sederet abjad. Menguntai kata demi kata mengikuti irama dan suasana hati. Menggambarkan sebuah hati yang tak pernah bisa dilihat dengan indra penglihatan. Begitu banyak kata dan kalimat yang aku tulis untuk kamu baca tapi sayang aku bukanlah yang ingin kamu baca. Aku bagaikan sebuah koran lusuh yang berwarna kuning dan tak menarik untuk dibaca. Dibandingkan dengan majalah majalah yang berwarna dan baru aku tak ada apa apanya. Tapi kamu harus tau terkadang sesuatu yang kamu abaikan justu itu adalah yang terbaik. Sesuatu yang kamu nilai dengan sebelah mata adalah sesuatu yang paling kamu butuhkan. Mungkin kamu tak akan menyadarinya saat itu juga tapi suatu saat ketika itu hilang kamu akan sadar mana yang sebenarnya kamu butuhkan mana yang tidak. Bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang paling kamu butuhkan? Sakit? Inget rasa sakit kamu tidak sebanding dengan luka yang kamu torehkan dihatiku apa yang aku rasa jauh lebih sakit dari apa yang kamu rasa. Airmataku, senyumku, bahkan disaat tawaku sakit itu selalu terasa. Bukan karena aku pendendam. Bukan karena aku perhitungan. Bukan karena aku tak bisa memaafkan. Tapi karena seberusaha apapun aku mencoba lupakan namun justru rasa sakit itu yang semakin terbayang. Kamu tau rasanya pernah memendam sebuah rasa yang mungkin tak akan pernah bisa diucapkan? 

For Boys!

Diposting oleh Unknown di 19.59 0 komentar
Wanita itu ibarat sebuah rumah. Dia tempat kamu mendapatkan kehangatan. Dia tempat kamu mengistirahatkan hati dan pikiran. Dia tempat kamu berteduh dari hujan dan panas. Dia tempat kamu menghabiskan waktu. Dia saksi kamu ketika kamu senang atau sedih.

Ketika bukan kepada kedua orang tua kamu mengadu, kamu mencari siapa? Pasti mencari wanitamu. Ketika teman-temanmu menjauhkan kamu, kamu minta temenin siapa? Pasti ditemenin wanitamu. Ketika kamu banyak masalah telinga siapa yang  kamu pake? Pasti telinga wanitamu. Ketika kamu sedang marah siapa yang menjadi pelampiasan amarah kamu? Pasti wanitamu. Ketika kamu merasa sendiri siapa yang kamu hubungi? Temanmu? Orangtuamu? Pasti wanitamu. Walau kadang dia yang mencari kamu tapi kamu sibuk dengan hal yang lain,  walau kadang ketika dia minta kamu temenin kamu tapi kamu lebih milih nemenin temen kamu, walau kadang telinga kamu ngga selalu ada disaat dia perlu untuk didengarkan, walau kadang dia sedang cape kamu tetap ngomelin dia. Sadar ngga sih kalo kehadiran wanita itu berharga banget? Bukan wanita yang tak bisa hidup tanpa pria. Tapi pria yang tak bisa hidup tanpa wanita. Karena pria sudah biasa menggantung hidupnya kepada wanita. Tapi kenapa banyak pria yang mensia-siakan wanita?

Inget kamu bisa mendekati banyak wanita tapi cuma satu wanita yang bener2 kamu butuhkan. Seperti apa yang kamu butuhkan? Dia yang selalu cari ketika kamu dalam kesulitan. Dia yang kamu cari untuk siap menyediakan telinga, mulut, mata bahkan hatinya untukmu walau banyak wanita lain disisimu. Dia yang selalu siap menjadi satpammu, ibumu, temanmu, psikiatermu, bahkan musuhmu. Masih tegakah kamu membuat airmatanya jatuh setelah apa yang dia berikan untukmu? Tidak merasa sakitkah kamu melihat seseorang yang selalu ada untukmu merasakan sakit? Masih bisakah kamu melirik wanita lain disaat dia selalu menutup matanya dari pria pria yang mungkin jauh lebih baik dari kamu? Sadarkah kamu perjuangannya untuk agar selalu ada untuk kamu? Terkadang dia harus menahan kesal ketika melihat ulahmu. Dia harus menyelesaikan masalah sendiri karena tak ingin menambah beban masalah kamu. Dia harus menahan cape disaat kamu jadikan dia pelampiasaan amarahmu. Dia harus menahan airmatanya agar selalu terlihat tegar dihadapan kamu. Mengapa dia menahan semuanya? Karena bagi dia percuma membagi itu jika itu hanya akan merepotkan kamu. Jika itu hanya bisa membuat kamu melontarkan kata “lebay”. Jika itu hanya semua keluhan untuk kamu. Dan karena percuma membagi jika kamu tak pernah mau mengerti apa yang dia rasakan.

Silahkan hatimu berkelana karena dia tahu dimana dia akan menetap. Karena dia tahu kemana dia harus kembali. Karena dia tahu siapa yang selalu ada disaat dia butuhkan. Karena dia tahu apa dia cari. Karena dia tahu kapan waktunya yang tepat. Karena dia tahu mengapa harus dia.
Anggap saja dia sedang dalam perjalanan. Dan diperjalanan itu banyak cobaan ada macet, lampu merah, polisi, ban bocor, bensin habis, kendaraan mogok, bahkan kadang ada yang tersasar. Hingga akhirnya dia sadari bahwa kamu ada tujuan terakhirnya.

Walau terkadang dia bawel nan cerewet seperti ibumu itu karena mereka sama sama wanita. Seharusnya kamu merasa beruntung bisa mendapatkan dia yang sama seperti ibumu, itu tandanya kasih sayang dia sama ibumu sama besarnya. Rasa sayang dia ke kamu sama seperti rasa sayang seorang ibu kepada anaknya. Tak sadar lagi kah kamu? Iya pasti. Karena yang kamu liat hanya sisi jelek dia, kamu tak pernah ingin tahu apa sisi baik dari wanitamu. Kamu hanya bisa menilai sebelah mata. Wanita yang seharusnya kamu pandang dan kamu jaga justru kamu acuhkan dan kamu abaikan. Dan kamu lebih memilih wanita lain yang belum tentu sama dengan wanitamu.

Bodoh.

Diposting oleh Unknown di 19.54 0 komentar
Bodoh itu bukan cuma karena orang yang lemah dalam pelajaran. Bisa dibilang orang yang jenius sekalipun pasti pernah menjadi "bodoh". Bahkan bisa dibilang semua orang itu bodoh. Gimana ngga bodoh coba ada orang yang mau tetap bertahan walau udah disakitin berulang kali. Terus ngejar ngejar walau udah ditolak berulang kali. Nangis karena disakitin. Bahkan ada yang bisa saling membunuh dan bunuh diri. Apa dasar mereka ngelakuin itu atas dasar "sayang"? Sadar... sayang itu bukan seperti itu. Tapi itu pembodohan yang mengatasnamakan "sayang". Kalo sayang punya mata dia pasti udah nangis. Kalo sayang punya mulut pasti dia bisa ngomong  "bukan karena aku" untuk ngebela diri sendiri karena ngga ada yang ngebela dia. Kalo sayang punya telinga dia pasti udah tutup kuping dari orang orang yang ngefitnah dia. Kalo sayang punya kaki dia pasti udah berlari kencang buat ngehindarin mereka semua. Kalo sayang punya tangan dia pasti udah gunain tangan itu buat nutupin muka dia karena malu. Tapi sayang...sayang itu bukan kita. Sayang ngga punya mata, mulut, telinga, kaki, bahkan tangan. Tapi inget sayang masih punya hati. Yang didalamnya dia bisa nangis, marah cuma sama dirinya sendiri. Inget sayang itu bukan pembodohan. Jadi kalo kalian sayang sama seseorang jangan ngelakuin hal hal bodoh yang bisa buat dia nangis. Kalo kalian masih buat dia nangis kalian tanya sendiri sama diri kalian apa bener dia yang kalian sayang atau bukan. Jangan biarin orang yang sayang sama kalian terus menerus menangis buat hal yang ngga pasti. Jika memang bukan dia yang kalian sayang maka tegaslah jangan biarkan dia diposisi yang selalu merasa sakit.

Kamis, 24 April 2014

AYAH

Diposting oleh Unknown di 01.02 0 komentar
Untukmu...AYAH

AYAH...
Ketika takbir dan iqamat telah dikumandangkan
Diliang lahat itulah saat terakhir kami melihat jasadmu
Ketika tujuh langkah meninggalkan makammu
Itulah saat terakhir kami mengantarmu

Mulai saat ini, esok dan selamanya
Tiada engkau di sisi kami
Tiada dirimu yang penuh sejuta canda dan tawa
Tiada belai kasih dan sayangmu
Kau tinggalkan kami dalam husnul khatimah
Kau tinggalkan kami dalam kenangan indah

Tapi...
Tiada kami sesali kepergianmu
Kalau itu takdir yang Maha Kuasa
Takkan kami tangisi kepergianmu
Kalau itu suratan Illahi Rabbi

AYAH TERCINTA...
Doa kami menyertaimu
Kami ikhlaskan kepergianmu
Kami relakan kebahagiaanmu disisi-Nya
Semoga kubur yang lapang balasan amalmu
Dan surga jannatun naim imbalan segala ibadahmu

Selamat Jalan AYAH Kami TERCINTA
Sejuta Kenangan Terukir Di Hati
Sejuta Nasihat Tertanam Di Sanubari
Selamat Jalan
DOA KAMI SELALU MENYERTAIMU...

Rabu, 23 April 2014

Dream

Diposting oleh Unknown di 03.17 0 komentar
Semua orang pasti memiliki mimpi.
Semua orang pasti pernah bermimpi.
Semua orang pasti selalu bermimpi.

Namun tak semua orang bisa selalu menjaga mimpi itu.
Tak semua orang mampu mengwujudkan mimpi itu.
Tak semua orang selalu berani untuk bermimpi.

Terkadang seseorang takut dengan mimpi.
Takut jika itu semua hanya sekedar 'mimpi'.
Takut jika itu semua hanya harap yang sia-sia.

Ketahuilah tak ada yang sia-sia.
Jika kita selalu usaha, yakin dan akhirnya kita akan sampai.

Teruslah bermimpi...

Bermimpilah dalam hidup namun jangan pernah hidup dalam mimpi.

Jangan pernah berfikir bagaimana mengakhiri mimpi.
Namun berfikirlah bagaimana mengawali mimpi.
Jangan jadikan mimpi sesuatu yang semua.
Namun jadikanlah mimpi suatu kenyataan.

Jadikan mimpi suatu tujuan bukan khayalan semata.
Jadikan mimpi sebagai bus bukan halte.
Jadikan mimpi sebagai penggerak bukan penghalang.
Jadikan mimpi sebagi doa bukan ancaman.

Tak usah takut dengan kegagalan.
Karena tanpa ada kata "gagal".
Tak akan pernah ada kata "berhasil"

Namun satu hal yang kita harus ingat.
Walau terkadang mimpi jauh lebih indah dari kenyataan.
Tapi sadarilah bahwa kenyataan jauh lebih indah dari mimpi.
Terlebih jika kita mampu mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.

Buatlah orang tertawa karena mimpi kita yang konyol.
Namun pada akhirnya buatlah orang tercengang karena mimpi kita yang konyol.
Jadikan tawa orang sebagai tawa bangga bukan tawa cacian.
Jadikan sesuatu yang konyol sebagai sesuatu yang berkesan.

Mimpi adalah awal. Kenyataan adalah akhir.

Sabtu, 12 April 2014

Kangen!

Diposting oleh Unknown di 23.47 0 komentar
Kangen!

Ntah mengapa sekarang kata ini begitu terasa menyiksa...
Kata ini seakan kehilangan makna atau bahkan justru semakin banyak makna didalamannya...
Ntah apa yang membuat perasaan ini selalu hadir seketika...

Andai melupakan semudah kata ini hadir...
Andai tak pernah ada kata kangen...

Apa kamu tau aku saat ini sangat merindukan sosok kehadiranmu?
Apa kamu sadar betapa berharganya kehadiranmu disisiku?
Kamu tak akan pernah tau dan tak akan pernah sadar karena kamu memang tak pernah ingin tau dan tak pernah ingin sadar.

Memang benar aku merindukanmu namun bukan berarti aku ingin bertemu denganmu.
Bertemu denganmu bagaikan racun. Bukan menghilangkan rasa ini tapi justru membuat rasa ini terus melekat.
Memang benar aku masih menyayangimu namun bukan berarti aku ingin kembali padamu.
Kembali padamu hanya akan mengulang luka yang sama, luka yang seakan-akan tak pernah bisa hilang.

Andai aku bisa kembali padamu tanpa harus mengulang segala rasa sakit itu.
Andai aku mampu berjalan terus tanpa harus sedikit pun menengok kembali kebelakang.
Namun apa daya rasa ini selalu hadir tanpa aku atau pun kamu yang mengudangnya...

Jumat, 11 April 2014

Setelah itu

Diposting oleh Unknown di 20.06 0 komentar
Setelah perpisahan itu apa semua masih sama saat pertama kali kita berjumpa?
Setelah perpisahan itu apa rasa itu masih ada sama saat pertama kali kita jatuh cinta?
Setelah perpisahan itu apa apa kamu masih sama saat pertama kali aku mengenalmu?
Aku rasa semua itu sudah berubah... Bukan aku yang ingin merubahnya... Bukan aku yang mengharapakan perubahan itu diantara kita...
Andai aku boleh memilih aku ingin semuanya tetap sama seperti awal walau aku tau itu tak mungkin...
Jujur aku merindukan semuanya... Aku merindukan kamu... Kamu yang perhatian, kamu yang care, kamu yang asik, dan kamu yang selalu ada untukku... Bukan kamu yang sekarang! Kamu yang menjauh yang terasa ada jarak diantara kita. Aku sadar semua telah berubah namun apa salah aku memimpikan itu semua? 
Aku tak butuh dia atau mereka aku hanya butuh kamu yang dulu. Bukan aku tak bisa menerima apa adanya kamu yang sekarang aku hanya merindukan semuanya...
Maafkan aku bila aku banyak menuntut... Mulai sekarang aku akan mencoba menerima kamu yang sekarang kamu yang 'baru'.
Aku tak akan egois untuk meminta kamu menjadi kamu yang dulu walau itu harapan ku.
Aku akan menerima kamu apa adanya tanpa banyak menutut hanya karena aku menyayangimu.
Aku tak mengharapakn kamu mau membalas perasaanku aku hanya ingin kamu tahu bahwa perasaan aku masih sama saat pertama kali berjumpa tak ada sedikit pun yang berubah dari perasaanku kepadamu.
Maafkan aku karena kau terlalu menyayangimu...
Maafkan atas rasa ini yang telah ada untukmu...
Walau aku sudah melawannya namun aku tak mampu...
Aku merindukan semua tentang kita yang dulu...
Aku selalu memberi kesempatan seolah-olah semuanya baik baik saja untuk apa? karena harapan kecil dihatiku tentang kita yang dulu tak pernah padam selalu mencoba agar suatu saat nanti datang keajaiban dan membuat semuanya kembali seperti dulu.
Tak perlu kamu ingatkan, aku tahu, aku sadar, itu hanya khayalan.
Tak perlu kamu jelaskan kehidupan yang sempurna itu hanya ada didongeng.
Tapi apa aku salah berusaha mewujudkan mimpi itu?
Apa aku salah bila aku berdoa agar khayalan itu menjadi nyata?
Mungkin aku bukan lagi yang terpenting lagi untukmu.
Mungkin aku bukan lagi yang kamu sayangi.
Mungkin aku bukan siapa-siapa lagi dihatimu.
Dan mungkin aku bukan yang kamu harapakan dan kamu inginkan.
Berpura-puralah kamu mencintai aku hingga akhirnya kamu lupa bahwa kamu sedang berpura-pura...

Saat Kamu...

Diposting oleh Unknown di 19.44 0 komentar
Saat kamu berpaling dari aku...
Saat kamu telah menutup telinga mendengarkan aku...
Biasanya kamu selalu hadir untuk mendengarkan aku dan menenangkan aku...
Namun kamu telah pergi jauh bersama seseorang yang sangat sempurna dan aku sekarang tak lagi berguna...
Tentang aku telah kamu lupakan...
Jauh kenangan kamu buang...
Harapan kamu hilangkan...
Bayangan aku telah sirna...
Kamu tinggal jauh disana dan sekarang aku merasakan semua yang seharusnya telah tiada...
Tangis perih setiap malamku...
Rasakan tawa indah di setiap waktu kudengarkan...
Berarakan dengan siapa aku sekarang...
Penyesalan aku tak kunjung henti aku telah salah mengambil tujuan...
Dan sekarang perkataanmu yang biasa indah kini menjadi busuk menusuk-nusuk...
Aku hanya ingin kembali menjalani semua dengan bersamamu...

Semuanya...

Diposting oleh Unknown di 19.35 0 komentar
Semua berjalan singkat dan tak pernah terduga hingga akhirnya aku pun menyadari bahwa aku telah jatuh cinta... Cinta yang aku rasa dan aku fikir tak boleh dan tak seharusnya terjadi...satu alasan yang pasti hatimu tak mungkin pernah kumiliki karena aku tak pernah ada dihatimu. Terusik rasa untuk menyerah memperjuangkan segala rasa cintaku ini. Namun, aku gundah dengan sikapmu yang seolah membuat aku diambang kebingungan. Sifatmu membuat aku ragu akankah itu cinta atau sekedar gurauan belaka. Ku coba memasuki perjalanan menanti cintamu namun aku takut hatimu telah termiliki. Ku tak ingin mengulang luka lama itu denganmu.

Kecocokan dan Kenyamanan

Diposting oleh Unknown di 19.14 0 komentar
Kenapa orang yang mulai hubungan selalu bilang mereka cocok dan merasa nyaman sama seseorang itu tapi pada akhirnya mereka selalu berpisah dengan alasan mereka sudah tidak cocok dan tidak merasa nyaman lagi.

Apa 'kecocokan' dan 'kenyamanan' itu hanya bersifat sementara? Atau sebenarnya 'kecocokan' dan 'kenyamanan' itu tak pernah ada? 

Pendapat seseorang ' ada beberapa kemungkinan yaitu mereka ngga bisa saling setia, mereka belum mengenal pribadi pasangan mereka yang sebenarnya atau mereka belum bisa menerima kekurangan pasangan mereka'. Kalau memang seperti itu kenapa diawal mereka harus berkata 'cocok'? Seharusnya mereka sudah siap dengan semua resiko itu. Mereka harus bisa saling setia, saling mengenal pribadi pasangan mereka atau menerima segala kekurangan pasangan mereka. 

Apa mereka bilang 'udah ngga cocok' hanya untuk menutupi rasa bosen dan semua perasaan mereka yang sebenarnya? Apa cinta itu harus selamanya cocok? Kemana arti 'perbedaan' dan saling 'melengkapi' jika 'cinta itu harus cocok'? Bagaimana bisa saling melengkapi kalau sudah banyak kecocokan diantara mereka?

'Namanya juga dimabuk cinta, belum keliatan belangnya. Mereka dulu bisa bilang cocok diawal karena mereka duluin nafsu ingin saling memiliki dan rasa penasaran. Ketika merasa bosan dan sudah tidak penasaran lagi atau mungkin malah penasaran sama yang lain karena mereka tidak berusaha buat setia'

Hmm jadi 'kecocokan' itu hanya alasan untuk memenuhi nafsu dan rasa penasaran mereka?

Lantas apa yang kalian rasakan kepada pasangan kalian? Apa 'kecocokan' diantara kalian memang benar-benar 'cocok' atau hanya 'kecocokan' sementara?

Dan 'kenyamanan'...
Apa sih arti 'kenyamanan' yang sebenarnya? Kenapa kalau udah tidak nyaman kita memutuskan untuk saling berpisah? Layaknya barang yang sudah rusak lalu dibuang begitu saja tanpa perduli bahwa dulu barang itu banyak kegunaannya. 

Kenapa banyak pasangan yang tidak bisa mempertahankan 'kenyamanan' itu? Siapa yang salah? Apa yang salah? Aneh bukan manusia itu? Tak pernah puas...

Cinta Terlarang

Diposting oleh Unknown di 18.49 0 komentar
Ada ngga asih sebenarnya cinta terlarang itu? kalau terlarang kenapa harus ada cinta diantara keduanya? Apa yang salah? 

Aneh bukan. Kenapa Tuhan menciptakan rasa cinta di antara keduanya padahal rasa cinta itu tak seharusnya ada. Karena mereka Berbeda...

Untuk apa rasa cinta itu? apa hanya membuat kita merasa terluka atas rasa cinta itu? 

Kata seseorang 'terlarang sih ngga tapi resiko ditanggung masing-masing' . Lantas apa mampu kita menghadapi segala resiko yang ada? Awalnya mungkin mampu tapi kenapa lama kelamaan akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah juga? Kemana kekuatan dan komitmen yang ada di awal? Apa karena perbedaan?

Kata orang-orang perbedaan itu indah. Tapi kenapa keindahan itu terasa menyakitkan? Apa memang harus segala yang indah itu akhirnya terasa sakit? Ntahlah...

Seseorang itu juga bilang 'sebenarnya itu bukan cinta tapi ujian, Tuhan ingin tahu apa yang akan kita pilih Dia atau manusia, kita akan memprioritaskan Dia atau manusia' Lantas mengapa banyak orang yang menjalankkannya? Apa itu berarti mereka lebih memilih manusia daripada Tuhan? Menjalankkan cinta yang terlarang itu jauh lebih berat daripada cinta yang biasa.

Move On

Diposting oleh Unknown di 02.48 0 komentar
Move On?

 Apa sih arti move on sebenarnya?
Emang harus ya move on itu punya pasangan dulu baru diartikan "move on"?
Banyak kok yang udah pada punya pasangan lagi tapi nyatanya mereka belom bisa move on.
Percuma punya yang baru kalo hati masih yang ke lama itu cuma ngajarin kita buat munafik.

Lagipula ngga selamanya orang yang single itu berarti belom bisa move on mungkin emang pilihan hidup dia buat sendiri dulu.
Biarin kalo mantan udah punya pasangan lagi itu bukan patokan kita harus punya pasangan juga.
Karena belom tentu si mantan udah punya pasangan lagi itu artinya dia udah bisa move on dari kita.
"Berpasangan" itu bukan cuma buat status sama buat manas-manasin mantan doang.

Rabu, 09 April 2014

Yang Terbaik dari Yang Paling Baik

Diposting oleh Unknown di 22.06 0 komentar
Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan...

Ketika kita mengingikan seeorang hadir disisi kita tapi kita tak pernah mendapatkannya itu bukan karena Tuhan tak mendengar doa doa kita tapi Tuhan tahu untuk saat ini 'sendiri' adalah pilihan yang terbaik untuk kita.

Ketika kita mengadu dengan airmata tapi Tuhan justru menambah airmata kita itu bukan karena Tuhan menginginkan kita selalu menangis tapi Tuhan ingin melihat seberapa kuat kita menahan airmata itu.

Ketika kita mendapat musibah tapi Tuhan memberikan cobaan yang lebih dari itu bukan karena Tuhan kejam tapi Tuhan tahu kita mampu lebih kuat dari ini.

Ketika kita mengharapkan untuk dapat terus bersama dengan orang orang yang kita sayang tapi Tuhan justru memisahkan kita itu bukan karena Tuhan jahat tapi karena Tuhan tahu dengan kehilangannya kita mampu belajar arti kebersamaan.

'Tuhan tahu semua yang terbaik untuk kita'

'Tuhan memilih kita karena Dia yakin kita mampu menghadapi semuanya'

'Kita termasuk orang-orang pilihan yang Dia percaya'

'Jika Tuhan tak mengizinkan aku dengan dia untuk bersama itu karena Tuhan lebih mengizinkan aku untuk bersama seseorang yang jauh lebih baik dari dia'

'Tuhan yakinkan aku untuk terus mampu berdiri tegak menghadapi mentari, sadarkan aku bahwa aku bisa menjadi yang lebih kuat dari ini, biarkan aku menangis untuk kebahagiaan yang akan Kau sediakan'

Abstrak

Diposting oleh Unknown di 19.51 0 komentar
Hmm... senang tapi sakit. Apa itu? Jatuh cinta? Ya sesuai namanya jatuh itu sakit tapi cinta. 


Menyayangi seseorang yang tak seharusnya disayangi. Melupakan seseorang yang tak semestinya dilupakan. Mencintai seseorang yang tak bisa dicintai. Lucu bukan? Hidup selalu penuh dengan kata terbalik...atau munafik. 


K.A.M.U empat huruf satu kata berjuta makna. 140 karakter tidak akan mampu mendiskripsikan siapa kamu. Apa mau kamu. Mengapa harus kamu. Bagaimana dengan kamu. K.A.M.U adalah kata paling sederhana untuk mewakili segala perasaan yang ada. Tak perlu banyak kata. K.A.M.U adalah kata yang mampu membolak balikkan hati secepat kilat. Mampu mengubah mood hanya dalam hitungan detik! Detik! Hhhh... andai kata K.A.M.U tak pernah tercipta untuk K.A.M.U mungkin aku tak akan menjadi seperti ini. Seperti orang bodoh bahkan sangat amat bodoh.


Puaskah kamu sudah membuat aku seperti ini? atau masih kurang puas?  apa rencana kamu untuk membuat aku jauh lebih tersiksa dari ini? dengan cara mengajak aku kembali lalu meninggalkan aku begitu saja? bukan aku berfikiran jelek tentang kamu namun sikap kamu yang membuat aku selalu berfikiran jelek. Tapi kamu ngga sadar kan? yang kamu tahu aku cuma bisa merepotkan kamu, menyusahkan kamu, mengatur ngatur hidup kamu, dan aku memperlakukan kamu layaknya penjahat. Tapi memang benar bahwa kamu adalah penjahat. Kamu penjahat fikiran aku. Terkadang aku memperlakukan kamu layanknya anak kecil. Tapi memang benar sifat kamu kekanak-kanakan. Ingatlah terkadang bukan diri kita sendiri yang mengenali siapa kita tapi justru orang lain yang lebih mengenali diri kita sendiri.

Andai Kamu itu Aku

Diposting oleh Unknown di 19.30 0 komentar
Andai kamu itu aku...masih bisakah kamu tersenyum disaat hatimu menangis seperti aku tersenyum?
Andai kamu itu aku...sanggupkah kamu memaafkan disaat aku mengecewakanmu seperti aku memaafkanmu?
Andai kamu itu aku...mampukah kamu melihat aku dengan kedua matamu bukan dengan sebelah matamu seperti aku melihatmu?
Andai kamu itu aku...mungkinkah kamu berdiri tegak disaat ada beban berat dipundakmu seperti aku yang berdiri tegak?
Dan andai kau itu aku...bisakah kamu menyayangiku tulus seperti aku menyayangimu?

Ah...aku tak yakin 'andai kamu itu aku' mampu seperti apa yang aku lakukan dan aku rasakan saat ini...
Rasanya sulit membuat kamu merasakan seperti apa yang aku rasakan...
Rasanya mustahil membuat kmau melakuka seperti apa yang aku lakukan...
Mengapa? Ya, karena kamu itu bukan aku. Dan akan selamanya tetap seperti itu. Kamu tak akan pernah bisa menjadi aku. Dan aku tak akan pernah bisa menjadi kamu...

Bukan Hak Kamu Lagi

Diposting oleh Unknown di 17.42 0 komentar
Jaga apa yang hari ini masih menjadi hak kamu karena esok itu belum tentu menjadi hak kamu lagi. Bagaimana jika Tuhan tiba tiba berkata “itu bukan hak kamu lagi” kamu bisa apa? Bagaimana jika Tuhan tiba tiba berkeinginan “dia bukan hak kamu lagi” apa ada yang bisa menahannya? Bagaimana jika mata,hidung,mulut,telinga,kaki,tangan dan lain lainnya besok bukan hak kamu lagi? Siapkah kamu? Mampu tersenyum kah kamu tanpa airmata? Bisa  ikhlas kah kamu tanpa amarah? Kehilangan sesuatu secara mendadak memang tak pernah mudah. Kita tahu apa yang kita miliki tak mungkin selamanya tapi apakah kita tahu seberapa kuat kita menerima “tak selamanya” itu? Bagaimana rasanya melepaskan apa yang tak ingin kamu lepaskan? Sakitkah? Beratkah? Iya. Pasti. 

Tuhan

Diposting oleh Unknown di 17.40 0 komentar
Tuhan andai aku dapat berjalan mundur mungkin aku akan melakukannya... namun apa mungkin itu yang terbaik untukku? Tuhan andai aku bisa menghentikan waktu mungkin aku akan menghentikkannya untuk saat saat yang bahagia... namun apa kebahagian itu akan terasa bahagia yang sama ketika waktu tak bisa dihentikkan? Tuhan andai aku mampu untuk menerima semua takdir-Mu mungkin tak akan pernah ada airmata yang mengalir di pipi... namun apa benar itu senyuman yang tulus? Bagaimana mungkin aku tau itu yang terbaik jika aku hanya mengharapakan masa lalu? Bagiamana mungkin aku bisa menghentikkan waktu jika justru waktu yang menunjukkan masa depanku? Bagaimana mungkin aku bisa tersenyum tulus bila aku tak pernah merasakan rasanya air mata jatuh dipipi? Aku bodoh jika terus mengharapkan kebahagiaan bila tak pernah merasakan apa itu menderita. Aku mati rasa jika dapat terus tersenyum tanpa tau apa itu menangis. Tuhan bukan kebahagiaan yang terus aku inginkan. Bukan senyuman yang selalu ingin aku rasakan. Aku hanya ingin bagaimana caranya menjadi sesosok yang kuat tanpa harus mengeluh. Aku hanya ingin bisa selalu dapat tersenyum dengan tulus ketika hati ini menangis. 

Kamis, 03 April 2014

Maafkan.

Diposting oleh Unknown di 00.35 0 komentar
Maafkan jika aku masih menyayangimu. Maafkan jika aku belum mampu melupakanmu. Maafkan jika aku selalu merindukanmu. Bukan maksud aku untuk selalu menyimpan rasa kepadamu. Bukan caraku untuk tidak bisa melupakanmu. Bukan ingin ku untuk selalu mengingatmu. Andai kamu tau apa yang kurasa. Andai kamu mengerti maksud ku disaat itu. Andai dia tak pernah hadir. Ya...andai. Itu artinya hanya angan hanya mimpi. Mungkin jika dibilang munafik aku memang munafik. Mungkin jika dibilang egois aku memang egois. Tapi apa kamu tau apa alesan ku melakukan itu? Bukan karena aku sok kuat, sok tegar tapi justru karena aku terlalu lemah karena aku terlalu rapuh. Aku terlalu pengecut untuk mengulang segalanya. Aku terlalu takut jatuh dikesalahan yang sama. Aku terlalu cengeng untuk merasakan semua sakit itu kembali. Pernah aku berandai, jika saja dengan tidur aku bisa melupakan segalanya aku ingin melakukannya. Jika terbangun aku bisa menghapus memori semua tentang kita. Lucu memang karena itu hal yang tak mungkin terjadi. Aku ingin kembali. Namun aku tak ingin kembali dengan luka yang sama. Aku ingin kembali memiliki lagi senyummu, tawamu, amarahmu, ambekanmu. Tapi aku sudah terlalu melangkah jauh. Aku tak bisa kembali walau semua itu selalu terbayang. Aku tak sanggup bila aku harus melepaskanmu kembali dari awal. Lebih baik aku belajar melupakanmu dari hari ini bukan hari esok. Lebih baik aku menangis saat ini daripada aku menangis nanti namun tangisanku jauh lebih deras dari saat ini. Karena untuk aku mencapai dititik ini itu tak mudah. Untuk aku bangkit dari semua keterpurukan itu bukan hal kecil. Untuk aku tersenyum kembali itu rasanya sulit. Untukmu yang tak mungkin pernah membaca siapa aku...Aku Menyayangimu. 

hahaha.

Diposting oleh Unknown di 00.09 0 komentar
Perusak Hubungan Orang. Gue benci banget sama kata ini sumpah! Gue ngga pernah paham apa maksud sama orang-orang yang jadi perusak dihubungan lain. Apa motif dia ngelakuin itu. Apalagi kebanyakan yang jadi perusak itu cewe. Bisa ya gitu sesama cewe saling nyakitin hahaha. Ngga ada cowo lain apa cuma emang mau ngerusak terus pergi lagi? Ntah dimana pikiran orang orang yang suka kaya gitu. Dan yang paling enek dan bikin mau muntah pas ditanya pasti ngeles dan sok suci. Emang sih ya yang namanya maling mana ada yang mau ngaku. Prinsip gue didalam suatu hubungan kalo udah ada yang namanya pho gue ngga mau deh ngelanjutin. Bukan karena ngga sayang atau gue kalah tapi rasanya percuma mempertahankan kalo ujung-ujungnya lo bakal terhasut. Karena bagi gue mengalah adalah salah satu cara biar ngga ngadepin masalah yang itu itu aja. Rasanya males kalo harus selalu berantem karena alesan yang sama. Rasanya cape selalu nahan airmata disaat lo lebih belain dia. Rasanya ngga tau harus ngomong apalagi biar lo ngerti sama apa yang gue rasain. Rasanya muak selalu disalahin disaat gue bilang “cemburu”. Gue muak banget sama semuanya. Itu yang buat ngalah. Itu yang buat gue berfikir untuk mundur. Kalo gue terus mengatasnamakan ‘sayang’ apa mungkin suatu saat nanti lo akan ngerti? Apa mungkin kalo gue terus-terusan bertahan lo bisa menjanjikan kesetiaan? Apa mungkin gue tetep disisi lo, lo ngga akan terhasut? Bagi gue semua itu mustahil. Lebih baik gue ngelepasin lo dari awal sebelum rasa sayang dan rasa sakit gue pun makin dalam. Ya...gue emang egois. Tapi coba lo fikir jauh lebih egois mana gue atau lo. Gue emang sayang banget banget sama lo. Tapi itu bukan alesan gue buat ngejadiin lo selalu milik gue. Gue sadar kok dimana ada awal disitu pasti ada akhir. Dan gue yakin ini emang akhir cerita kita berdua. Percuma gue selalu milikin badan lo tapi gue ngga pernah bisa milikin hati dan fikiran lo. Percuma raga lo doang yang bisa gue sentuh tapi bukan perasaan lo yang gue sentuh. Gue ngga pernah memaksaan seseorang untuk sayang sama gue. Maka dari itu gue juga ngga akan memaksakan seseorang untuk tetap bertahan sama gue.

Rabu, 02 April 2014

....

Diposting oleh Unknown di 20.01 0 komentar
Aku bagaikan menulis dengan tinta putih. Menulis segala sesuatu yang tak pernah bisa kamu baca. Mengungkapan isi hati hanya dengan sederet abjad. Menguntai kata demi kata mengikuti irama dan suasana hati. Menggambarkan sebuah hati yang tak pernah bisa dilihat dengan indra penglihatan. Begitu banyak kata dan kalimat yang aku tulis untuk kamu baca tapi sayang aku bukanlah yang ingin kamu baca. Aku bagaikan sebuah koran lusuh yang berwarna kuning dan tak menarik untuk dibaca. Dibandingkan dengan majalah majalah yang berwarna dan baru aku tak ada apa apanya. Tapi kamu harus tau terkadang sesuatu yang kamu abaikan justu itu adalah yang terbaik. Sesuatu yang kamu nilai dengan sebelah mata adalah sesuatu yang paling kamu butuhkan. Mungkin kamu tak akan menyadarinya saat itu juga tapi suatu saat ketika itu hilang kamu akan sadar mana yang sebenarnya kamu butuhkan mana yang tidak. Bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang paling kamu butuhkan? Sakit? Inget rasa sakit kamu tidak sebanding dengan luka yang kamu torehkan dihatiku apa yang aku rasa jauh lebih sakit dari apa yang kamu rasa. Airmataku, senyumku, bahkan disaat tawaku sakit itu selalu terasa. Bukan karena aku pendendam. Bukan karena aku perhitungan. Bukan karena aku tak bisa memaafkan. Tapi karena seberusaha apapun aku mencoba lupakan namun justru rasa sakit itu yang semakin terbayang. Kamu tau rasanya pernah memendam sebuah rasa yang mungkin tak akan pernah bisa diucapkan? 

For Boys!

Diposting oleh Unknown di 19.59 0 komentar
Wanita itu ibarat sebuah rumah. Dia tempat kamu mendapatkan kehangatan. Dia tempat kamu mengistirahatkan hati dan pikiran. Dia tempat kamu berteduh dari hujan dan panas. Dia tempat kamu menghabiskan waktu. Dia saksi kamu ketika kamu senang atau sedih.

Ketika bukan kepada kedua orang tua kamu mengadu, kamu mencari siapa? Pasti mencari wanitamu. Ketika teman-temanmu menjauhkan kamu, kamu minta temenin siapa? Pasti ditemenin wanitamu. Ketika kamu banyak masalah telinga siapa yang  kamu pake? Pasti telinga wanitamu. Ketika kamu sedang marah siapa yang menjadi pelampiasan amarah kamu? Pasti wanitamu. Ketika kamu merasa sendiri siapa yang kamu hubungi? Temanmu? Orangtuamu? Pasti wanitamu. Walau kadang dia yang mencari kamu tapi kamu sibuk dengan hal yang lain,  walau kadang ketika dia minta kamu temenin kamu tapi kamu lebih milih nemenin temen kamu, walau kadang telinga kamu ngga selalu ada disaat dia perlu untuk didengarkan, walau kadang dia sedang cape kamu tetap ngomelin dia. Sadar ngga sih kalo kehadiran wanita itu berharga banget? Bukan wanita yang tak bisa hidup tanpa pria. Tapi pria yang tak bisa hidup tanpa wanita. Karena pria sudah biasa menggantung hidupnya kepada wanita. Tapi kenapa banyak pria yang mensia-siakan wanita?

Inget kamu bisa mendekati banyak wanita tapi cuma satu wanita yang bener2 kamu butuhkan. Seperti apa yang kamu butuhkan? Dia yang selalu cari ketika kamu dalam kesulitan. Dia yang kamu cari untuk siap menyediakan telinga, mulut, mata bahkan hatinya untukmu walau banyak wanita lain disisimu. Dia yang selalu siap menjadi satpammu, ibumu, temanmu, psikiatermu, bahkan musuhmu. Masih tegakah kamu membuat airmatanya jatuh setelah apa yang dia berikan untukmu? Tidak merasa sakitkah kamu melihat seseorang yang selalu ada untukmu merasakan sakit? Masih bisakah kamu melirik wanita lain disaat dia selalu menutup matanya dari pria pria yang mungkin jauh lebih baik dari kamu? Sadarkah kamu perjuangannya untuk agar selalu ada untuk kamu? Terkadang dia harus menahan kesal ketika melihat ulahmu. Dia harus menyelesaikan masalah sendiri karena tak ingin menambah beban masalah kamu. Dia harus menahan cape disaat kamu jadikan dia pelampiasaan amarahmu. Dia harus menahan airmatanya agar selalu terlihat tegar dihadapan kamu. Mengapa dia menahan semuanya? Karena bagi dia percuma membagi itu jika itu hanya akan merepotkan kamu. Jika itu hanya bisa membuat kamu melontarkan kata “lebay”. Jika itu hanya semua keluhan untuk kamu. Dan karena percuma membagi jika kamu tak pernah mau mengerti apa yang dia rasakan.

Silahkan hatimu berkelana karena dia tahu dimana dia akan menetap. Karena dia tahu kemana dia harus kembali. Karena dia tahu siapa yang selalu ada disaat dia butuhkan. Karena dia tahu apa dia cari. Karena dia tahu kapan waktunya yang tepat. Karena dia tahu mengapa harus dia.
Anggap saja dia sedang dalam perjalanan. Dan diperjalanan itu banyak cobaan ada macet, lampu merah, polisi, ban bocor, bensin habis, kendaraan mogok, bahkan kadang ada yang tersasar. Hingga akhirnya dia sadari bahwa kamu ada tujuan terakhirnya.

Walau terkadang dia bawel nan cerewet seperti ibumu itu karena mereka sama sama wanita. Seharusnya kamu merasa beruntung bisa mendapatkan dia yang sama seperti ibumu, itu tandanya kasih sayang dia sama ibumu sama besarnya. Rasa sayang dia ke kamu sama seperti rasa sayang seorang ibu kepada anaknya. Tak sadar lagi kah kamu? Iya pasti. Karena yang kamu liat hanya sisi jelek dia, kamu tak pernah ingin tahu apa sisi baik dari wanitamu. Kamu hanya bisa menilai sebelah mata. Wanita yang seharusnya kamu pandang dan kamu jaga justru kamu acuhkan dan kamu abaikan. Dan kamu lebih memilih wanita lain yang belum tentu sama dengan wanitamu.

Bodoh.

Diposting oleh Unknown di 19.54 0 komentar
Bodoh itu bukan cuma karena orang yang lemah dalam pelajaran. Bisa dibilang orang yang jenius sekalipun pasti pernah menjadi "bodoh". Bahkan bisa dibilang semua orang itu bodoh. Gimana ngga bodoh coba ada orang yang mau tetap bertahan walau udah disakitin berulang kali. Terus ngejar ngejar walau udah ditolak berulang kali. Nangis karena disakitin. Bahkan ada yang bisa saling membunuh dan bunuh diri. Apa dasar mereka ngelakuin itu atas dasar "sayang"? Sadar... sayang itu bukan seperti itu. Tapi itu pembodohan yang mengatasnamakan "sayang". Kalo sayang punya mata dia pasti udah nangis. Kalo sayang punya mulut pasti dia bisa ngomong  "bukan karena aku" untuk ngebela diri sendiri karena ngga ada yang ngebela dia. Kalo sayang punya telinga dia pasti udah tutup kuping dari orang orang yang ngefitnah dia. Kalo sayang punya kaki dia pasti udah berlari kencang buat ngehindarin mereka semua. Kalo sayang punya tangan dia pasti udah gunain tangan itu buat nutupin muka dia karena malu. Tapi sayang...sayang itu bukan kita. Sayang ngga punya mata, mulut, telinga, kaki, bahkan tangan. Tapi inget sayang masih punya hati. Yang didalamnya dia bisa nangis, marah cuma sama dirinya sendiri. Inget sayang itu bukan pembodohan. Jadi kalo kalian sayang sama seseorang jangan ngelakuin hal hal bodoh yang bisa buat dia nangis. Kalo kalian masih buat dia nangis kalian tanya sendiri sama diri kalian apa bener dia yang kalian sayang atau bukan. Jangan biarin orang yang sayang sama kalian terus menerus menangis buat hal yang ngga pasti. Jika memang bukan dia yang kalian sayang maka tegaslah jangan biarkan dia diposisi yang selalu merasa sakit.

About

blogspot tutorial,blog,tips blogging

Blogroll

My Blog List

Blogger templates

Blogger news

 

My World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review