Apa sih bertahan itu? Apa bertahan harus selalu terasa sakit? Apa bertahan itu harus selalu menahan segala rasa yang ada? Apa bertahan itu sama dengan munafik? Hhh... ntahlah. Banyak yang bertahan demi seseorang tapi apa yang dia dapatkan malah sakit yang terasa. Mereka selalu menggunakan kata “sayang” untuk mempertahankan hal yang sebenarnya tak bisa lagi mereka pertahankan. Mereka bagai mempertahankan sebuah angin yang jelas jelas angin itu tak bisa di tahan. Sadar kah mereka bahwa mereka hanya mepertahankan suatu hal yang sia-sia? Apa benar alasan mereka bertahan karena “sayang”? atau.. mereka bertahan hanya karena takut kehilangan? Padahal jelas-jelas di dunia ini ngga ada yang abadi. Padahal sebenarnya cepat atau lambat mereka harus melepaskan apa yang selama ini mereka genggam. Hanya waktu yang membedakannya... memang benar tak ada salahnya mencoba tapi untuk apa mencoba jika kamu tahu itu hanya menyakitkan diri kamu? Mengapa kamu tidak berusaha melepaskan apa yang memang bukan terbaik untuk diri kamu? Banyak yang bilang bagaimana kita tahu dia yang terbaik untuk kita atau bukan jika kita tak pernah mencoba? Tapi setelah mencoba pada akhirnya hanya akan terlontar kalimat “ah nyesel” apa sih yang sebenarnya hati kita ingini? Bertahan menyesal tak bertahan pun menyesal. Sadarkah kalian setiap hal yang kita lakukan akan hanya menghasilkan sebuah penyesalan jika kita hanya menganggap itu adalah hal yang salah? Coba kalian fikir jika kalian menganggap hal itu benar apa kalian akan menyesal? Penyesalan itu sama saja kalian tak pernah menghargai keputusan dan diri kalian sendiri... lakukanlah apa yang kalian anggap benar dan jangan dijadikan penyesalan walau itu hanya menyakiti diri kalian. Justru rasa sakit itu ada karena kalian merasa menyesal. Tapi jika kalian menganggap hal itu sebagai cara Tuhan untuk menguatkan kalian, kalian akan menganggap hal itu adalah anugrah karena tanpa rasa sakit kalian tak akan pernah tahu rasanya menjadi seseorang yang tegar. Tanpa kehilangan kalian tak akan pernah menghargai artinya kebersamaan. Tanpa melepaskan kalian tak pernah tahu bagaimana caranya menjaga. Dan tanpa waktu kalian tak pernah tau kapan kalian akan dewasa.
Welcome
Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....
Jumat, 28 Maret 2014
Apa sih bertahan itu?
Categories
cerpen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jumat, 28 Maret 2014
Apa sih bertahan itu?
Apa sih bertahan itu? Apa bertahan harus selalu terasa sakit? Apa bertahan itu harus selalu menahan segala rasa yang ada? Apa bertahan itu sama dengan munafik? Hhh... ntahlah. Banyak yang bertahan demi seseorang tapi apa yang dia dapatkan malah sakit yang terasa. Mereka selalu menggunakan kata “sayang” untuk mempertahankan hal yang sebenarnya tak bisa lagi mereka pertahankan. Mereka bagai mempertahankan sebuah angin yang jelas jelas angin itu tak bisa di tahan. Sadar kah mereka bahwa mereka hanya mepertahankan suatu hal yang sia-sia? Apa benar alasan mereka bertahan karena “sayang”? atau.. mereka bertahan hanya karena takut kehilangan? Padahal jelas-jelas di dunia ini ngga ada yang abadi. Padahal sebenarnya cepat atau lambat mereka harus melepaskan apa yang selama ini mereka genggam. Hanya waktu yang membedakannya... memang benar tak ada salahnya mencoba tapi untuk apa mencoba jika kamu tahu itu hanya menyakitkan diri kamu? Mengapa kamu tidak berusaha melepaskan apa yang memang bukan terbaik untuk diri kamu? Banyak yang bilang bagaimana kita tahu dia yang terbaik untuk kita atau bukan jika kita tak pernah mencoba? Tapi setelah mencoba pada akhirnya hanya akan terlontar kalimat “ah nyesel” apa sih yang sebenarnya hati kita ingini? Bertahan menyesal tak bertahan pun menyesal. Sadarkah kalian setiap hal yang kita lakukan akan hanya menghasilkan sebuah penyesalan jika kita hanya menganggap itu adalah hal yang salah? Coba kalian fikir jika kalian menganggap hal itu benar apa kalian akan menyesal? Penyesalan itu sama saja kalian tak pernah menghargai keputusan dan diri kalian sendiri... lakukanlah apa yang kalian anggap benar dan jangan dijadikan penyesalan walau itu hanya menyakiti diri kalian. Justru rasa sakit itu ada karena kalian merasa menyesal. Tapi jika kalian menganggap hal itu sebagai cara Tuhan untuk menguatkan kalian, kalian akan menganggap hal itu adalah anugrah karena tanpa rasa sakit kalian tak akan pernah tahu rasanya menjadi seseorang yang tegar. Tanpa kehilangan kalian tak akan pernah menghargai artinya kebersamaan. Tanpa melepaskan kalian tak pernah tahu bagaimana caranya menjaga. Dan tanpa waktu kalian tak pernah tau kapan kalian akan dewasa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar