Welcome
Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....
Tuhan apa mungkin itu terjadi?Apa yang akan aku lakukan jika Engkau mempertemukan kami lagi?Apa yang akan aku ucapkan dihadapan dia?Haruskah aku berlari memeluknya?atau...haruskah aku berjalan mundur dan tiba tiba menghilang dari hadapannya?Bisakah aku tersenyum dihadapannya?atau...apa airmata yang akan menjelaskannya?Mampukah dia mengerti Tuhan apa yang ada dibalik senyum dan tangisku?
Tuhan andai itu terjadi...hanya satu pintaku padamu Tuhan...jangan Kau pisahkan kami untuk kesekian kalinya...jangan biarkan kami merasakan hal yang sama sakitnya disaat kami harus saling melepaskan...
Andai Tuhan Mengizinkan Kita Bersama (lagi)
Tuhan aku sangat mengharapkannya namun aku terlalu takut untuk mengulanginya. Jika Engkau mengizinkan kita bersama (lagi) apa mampu kita seperti dahulu? lebih baikkah atau justru lebih buruk? apa izin itu untuk selamanya atau hanya untuk sesaat? mampukah kita membangun segalanya yang telah hancur menjadi seperti sedia kala? akan lebih bahagia atau akan lebih membuat kita menangis? Tuhan... izinkan segalanya untuk selamanya...
Tuhan apa mungkin itu terjadi?Apa yang akan aku lakukan jika Engkau mempertemukan kami lagi?Apa yang akan aku ucapkan dihadapan dia?Haruskah aku berlari memeluknya?atau...haruskah aku berjalan mundur dan tiba tiba menghilang dari hadapannya?Bisakah aku tersenyum dihadapannya?atau...apa airmata yang akan menjelaskannya?Mampukah dia mengerti Tuhan apa yang ada dibalik senyum dan tangisku?
Tuhan andai itu terjadi...hanya satu pintaku padamu Tuhan...jangan Kau pisahkan kami untuk kesekian kalinya...jangan biarkan kami merasakan hal yang sama sakitnya disaat kami harus saling melepaskan...
Andai Tuhan Mengizinkan Kita Bersama (lagi)
Tuhan aku sangat mengharapkannya namun aku terlalu takut untuk mengulanginya. Jika Engkau mengizinkan kita bersama (lagi) apa mampu kita seperti dahulu? lebih baikkah atau justru lebih buruk? apa izin itu untuk selamanya atau hanya untuk sesaat? mampukah kita membangun segalanya yang telah hancur menjadi seperti sedia kala? akan lebih bahagia atau akan lebih membuat kita menangis? Tuhan... izinkan segalanya untuk selamanya...
0 komentar:
Posting Komentar