Welcome
Tulisan ini ada bukan karena aku tapi karena kalian. Ini bukan kisah tentang aku tapi kisah tentang kalian. Aku menulis ini bukan untuk aku tapi untuk kalian. Ini bukan hanya tentang perasaan aku tapi tentang perasaan kalian....
Pacaran? Apa sih maksudnya pacaran? Untuk mencari jodoh? Untuk mencari pasangan hidup? Untuk mencari yang cocok dengan kita?
Pacaran? Yang awalnya kenalan saling berkomunikasi terus tiba tiba merasa cocok mencoba menjalin suatu hubungan lalu timbul masalah terus berpisah dengan alasan "kita udah ngga cocok lagi". Itu yang namanya pacaran? Flat dan basi yaaak hahahaha
Pacaran? Yang awalnya saling memuji saling menyayangi saling menjaga saling mempercayai saling....pokoknya semua "saling" deh. Sampai akhirnya kata "saling" itu terlupakan dan tak terjamah hahaha.
Pacaran? Yang akhirnya galau-galauan main jelek-jelekin main siapa cepet cari pengganti main cemburu-cemburuan padahal sebenarnya masih saling sayang, munafik ngga sih?hahaha
Pacaran? Yang akhirnya sendiri sendiri akhirnya saling berjauhan bagai dua orang yang tak pernah bertegur sapa padahal pernah menghabiskan banyak waktu bersama.
Pacaran? Yang cuma buat status cuma buat dipamerin sama orang lain kalo dia laku cuma buat orang lain merasa dirinya "jones" cuma buat buktiin ke orang orang kalo dia bahagia padahal dia sendiri ngga lebih menderita dari seorang "jones".
Pacaran? Yang cuma buat menuhin rasa nafsu cuma buat ngilangin rasa penasaran cuma buat "mencicipi" cocok apa ngga cuma buat biar ada merhatiin doang padahal sebelum pacaran juga mereka biasa ngelakuin hal itu sendirian.
Terus intinya pacaran apa? Kesenangan sesaat? Kebahagiaan yang bisa dihitungan dalam itungan detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun. Kebersamaan yang cuma dipake buat orang lain merasa cemburu dengan mereka bahkan kebersamaan mereka ada yang pura pura hanya karna mereka takut menjalani hidup ini sendirian lagi.
Aneh bukan? Pacaran sama aja kaya kita ngejalanin hidup dengan kemunafikan. Makanya ngga salah kalo ada yang bilang "ngga ada orang yang ngga munafik". Karena tanpa mereka sadari padahal sebenarnya mereka sering melakukan hal itu.
So. Jangan jadiin pacaran itu jadi sesuatu hal yang berharga banget. Karena belum tentu itu selamanya. Dan ngga ada yang "selamanya". "Selamanya" itu cuma kata yang bikin hidup kita berharap. Bahkan kalo bisa jangan pacaran dulu deh. Cukup suka sukaan aja. Toh nanti rasa suka bisa hilang gitu aja. Ngga perlu takut jadi perawan atau perjaka tua. Kalo udah jodoh pasti bertemu kalo udah saatnya pasti bersama. Banyak yang mencari pasangan pada akhirnya mereka selalu gagal gagal dan gagal. Tapi banyak juga yang ngga begitu mikirin pacaran pada akhirnya mereka bisa nemuin jodoh mereka lebih cepet dari yang selalu mikirin pacaran. Enjoy with your life! Life is not just about relationship!
Tak pernah aku inginkan kehadirannya
Tak ingin aku sesali keberadaannya
Tak mau aku anggap bayangannya
Namun...
apa yang tak ku inginkan
apa yang tak ingin kusesali
apa yang tak mau aku anggap
Justru terus menghantui dan akhirnya terjadi
Ntah siapa yang salah...
Dia,Kamu, atau Aku?
Diakah yang ingin hadir diantara kita?
Kamukah yang memberi peluang untuk dia hadir?
Aku kah yang terlambat menyadari kehadirannya?
Mungkin tak ada yang salah
Mungkin semuanya yang bersalah
atau mungkin Tuhan yang sudah menggariskannya
Aku tak pernah tahu apa alasannya
Tapi satu yang aku tahu
SEMUA TELAH BERUBAH KETIKA DIA HADIR DIANTARA KITA
Kita bagaikan bukan kita yang dulu
Bukan kita yang kita kenal
Kita bagai dua orang yang telah bermetamorfosis
Dari ulat lalu kepompong kemudian Kupukupu
Yang terbang bebas tanpa tahu arah tujuan...
Sewaktu Kita Bersama
Tak pernah kita hiraukan apa kata orang lain...
Tak pernah kita merasa sendiri dan sepi...
Tak pernah kita lihat kebodohan tingkah kita...
Tak pernah kita anggap lirikan mereka kepada kita...
Saat Kita Bersama
Waktu terasa begitu cepat...
Bahagia terasa amat dekat...
Tertawa terasa begitu hangat...
Rindu terasa amat semangat...
Tapi Kini
Waktu terasa begitu lama...
Bahagia terasa tak tahu arah...
Tertawa terasa sangat hampa...
Rindu terasa amat menyiksa...
Apa yang salah?
Waktukah yang berjalan begitu lambat?
Bahagiakah yang kehilangan petunjuk?
Tertawakah yang sudah tak memiliki rasa?
Rindukah yang tak boleh terjadi?
Tidak...
Bukan mereka yang salah
Namun kita
Kita yang membiarkan mereka berdiri sendiri...
Tanpa ada aku dan kamu...
Kita yang mengambil keputusan untuk saling merasakan itu sendiri...
Tak seperti sewaktu kita bersama...
Kita mampu membagi itu berdua bukan seperti sekarang saling memendam satu sama lain...
Mengapa Kita Membiarkan itu Terjadi?
Apa tak ada cara agar kita tidak membiarkan itu terjadi?
CARA?
Rasanya tak ada lagi kata 'cara' untuk kita karna apa yang kita usahkan hanya akan siasia...
Tunggu...
Buka kita tapi aku.. karna jika 'kita' semuanya tak akan siasia...
Tuhan apa mungkin itu terjadi?Apa yang akan aku lakukan jika Engkau mempertemukan kami lagi?Apa yang akan aku ucapkan dihadapan dia?Haruskah aku berlari memeluknya?atau...haruskah aku berjalan mundur dan tiba tiba menghilang dari hadapannya?Bisakah aku tersenyum dihadapannya?atau...apa airmata yang akan menjelaskannya?Mampukah dia mengerti Tuhan apa yang ada dibalik senyum dan tangisku?
Tuhan andai itu terjadi...hanya satu pintaku padamu Tuhan...jangan Kau pisahkan kami untuk kesekian kalinya...jangan biarkan kami merasakan hal yang sama sakitnya disaat kami harus saling melepaskan...
Andai Tuhan Mengizinkan Kita Bersama (lagi)
Tuhan aku sangat mengharapkannya namun aku terlalu takut untuk mengulanginya. Jika Engkau mengizinkan kita bersama (lagi) apa mampu kita seperti dahulu? lebih baikkah atau justru lebih buruk? apa izin itu untuk selamanya atau hanya untuk sesaat? mampukah kita membangun segalanya yang telah hancur menjadi seperti sedia kala? akan lebih bahagia atau akan lebih membuat kita menangis? Tuhan... izinkan segalanya untuk selamanya...
aku tak pernah berfikir akan kata 'terpisah' ketika kita menghabiskan waktu bersama...
aku tak pernah bertanya kapan kita 'terpisah' ketika kita bahagia...
aku tak pernah ingin tahu mengapa kita 'terpisah' ketika aku selalu tertawa bersama...
namun...
aku selalu berfikir untuk apa 'terpisah' kita kita selalu menghabiskan waktu bersama...
aku selalu bertanya kapan kita 'terpisah' ketika kita selalu merasa bahagia...
aku selalu ingin tahu mengapa kita 'terpisah' ketika kita mampu selalu tertawa bersama...
Dan ketika kita terpisah...
aku lebih mengerti apa arti kata 'terpisah'...
aku lebih menghargai apa arti kata 'kebahagiaan'...
aku lebih menyukai 'tertawa' daripada 'menangis'...
akhirnya aku menyadari...
aku menyadari arti kehadiranmu disisiku...
aku menyadari apa itu arti rasa kasih sayang sebenarnya...
aku menyadari bahwa kamu adalah alasanku bahagia...
Dan akhirnya aku lebih menyadari segalanya Ketika Kita Terpisah...
Pacaran? Apa sih maksudnya pacaran? Untuk mencari jodoh? Untuk mencari pasangan hidup? Untuk mencari yang cocok dengan kita?
Pacaran? Yang awalnya kenalan saling berkomunikasi terus tiba tiba merasa cocok mencoba menjalin suatu hubungan lalu timbul masalah terus berpisah dengan alasan "kita udah ngga cocok lagi". Itu yang namanya pacaran? Flat dan basi yaaak hahahaha
Pacaran? Yang awalnya saling memuji saling menyayangi saling menjaga saling mempercayai saling....pokoknya semua "saling" deh. Sampai akhirnya kata "saling" itu terlupakan dan tak terjamah hahaha.
Pacaran? Yang akhirnya galau-galauan main jelek-jelekin main siapa cepet cari pengganti main cemburu-cemburuan padahal sebenarnya masih saling sayang, munafik ngga sih?hahaha
Pacaran? Yang akhirnya sendiri sendiri akhirnya saling berjauhan bagai dua orang yang tak pernah bertegur sapa padahal pernah menghabiskan banyak waktu bersama.
Pacaran? Yang cuma buat status cuma buat dipamerin sama orang lain kalo dia laku cuma buat orang lain merasa dirinya "jones" cuma buat buktiin ke orang orang kalo dia bahagia padahal dia sendiri ngga lebih menderita dari seorang "jones".
Pacaran? Yang cuma buat menuhin rasa nafsu cuma buat ngilangin rasa penasaran cuma buat "mencicipi" cocok apa ngga cuma buat biar ada merhatiin doang padahal sebelum pacaran juga mereka biasa ngelakuin hal itu sendirian.
Terus intinya pacaran apa? Kesenangan sesaat? Kebahagiaan yang bisa dihitungan dalam itungan detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun. Kebersamaan yang cuma dipake buat orang lain merasa cemburu dengan mereka bahkan kebersamaan mereka ada yang pura pura hanya karna mereka takut menjalani hidup ini sendirian lagi.
Aneh bukan? Pacaran sama aja kaya kita ngejalanin hidup dengan kemunafikan. Makanya ngga salah kalo ada yang bilang "ngga ada orang yang ngga munafik". Karena tanpa mereka sadari padahal sebenarnya mereka sering melakukan hal itu.
So. Jangan jadiin pacaran itu jadi sesuatu hal yang berharga banget. Karena belum tentu itu selamanya. Dan ngga ada yang "selamanya". "Selamanya" itu cuma kata yang bikin hidup kita berharap. Bahkan kalo bisa jangan pacaran dulu deh. Cukup suka sukaan aja. Toh nanti rasa suka bisa hilang gitu aja. Ngga perlu takut jadi perawan atau perjaka tua. Kalo udah jodoh pasti bertemu kalo udah saatnya pasti bersama. Banyak yang mencari pasangan pada akhirnya mereka selalu gagal gagal dan gagal. Tapi banyak juga yang ngga begitu mikirin pacaran pada akhirnya mereka bisa nemuin jodoh mereka lebih cepet dari yang selalu mikirin pacaran. Enjoy with your life! Life is not just about relationship!
Tak pernah aku inginkan kehadirannya
Tak ingin aku sesali keberadaannya
Tak mau aku anggap bayangannya
Namun...
apa yang tak ku inginkan
apa yang tak ingin kusesali
apa yang tak mau aku anggap
Justru terus menghantui dan akhirnya terjadi
Ntah siapa yang salah...
Dia,Kamu, atau Aku?
Diakah yang ingin hadir diantara kita?
Kamukah yang memberi peluang untuk dia hadir?
Aku kah yang terlambat menyadari kehadirannya?
Mungkin tak ada yang salah
Mungkin semuanya yang bersalah
atau mungkin Tuhan yang sudah menggariskannya
Aku tak pernah tahu apa alasannya
Tapi satu yang aku tahu
SEMUA TELAH BERUBAH KETIKA DIA HADIR DIANTARA KITA
Kita bagaikan bukan kita yang dulu
Bukan kita yang kita kenal
Kita bagai dua orang yang telah bermetamorfosis
Dari ulat lalu kepompong kemudian Kupukupu
Yang terbang bebas tanpa tahu arah tujuan...
Sewaktu Kita Bersama
Tak pernah kita hiraukan apa kata orang lain...
Tak pernah kita merasa sendiri dan sepi...
Tak pernah kita lihat kebodohan tingkah kita...
Tak pernah kita anggap lirikan mereka kepada kita...
Saat Kita Bersama
Waktu terasa begitu cepat...
Bahagia terasa amat dekat...
Tertawa terasa begitu hangat...
Rindu terasa amat semangat...
Tapi Kini
Waktu terasa begitu lama...
Bahagia terasa tak tahu arah...
Tertawa terasa sangat hampa...
Rindu terasa amat menyiksa...
Apa yang salah?
Waktukah yang berjalan begitu lambat?
Bahagiakah yang kehilangan petunjuk?
Tertawakah yang sudah tak memiliki rasa?
Rindukah yang tak boleh terjadi?
Tidak...
Bukan mereka yang salah
Namun kita
Kita yang membiarkan mereka berdiri sendiri...
Tanpa ada aku dan kamu...
Kita yang mengambil keputusan untuk saling merasakan itu sendiri...
Tak seperti sewaktu kita bersama...
Kita mampu membagi itu berdua bukan seperti sekarang saling memendam satu sama lain...
Mengapa Kita Membiarkan itu Terjadi?
Apa tak ada cara agar kita tidak membiarkan itu terjadi?
CARA?
Rasanya tak ada lagi kata 'cara' untuk kita karna apa yang kita usahkan hanya akan siasia...
Tunggu...
Buka kita tapi aku.. karna jika 'kita' semuanya tak akan siasia...
Tuhan apa mungkin itu terjadi?Apa yang akan aku lakukan jika Engkau mempertemukan kami lagi?Apa yang akan aku ucapkan dihadapan dia?Haruskah aku berlari memeluknya?atau...haruskah aku berjalan mundur dan tiba tiba menghilang dari hadapannya?Bisakah aku tersenyum dihadapannya?atau...apa airmata yang akan menjelaskannya?Mampukah dia mengerti Tuhan apa yang ada dibalik senyum dan tangisku?
Tuhan andai itu terjadi...hanya satu pintaku padamu Tuhan...jangan Kau pisahkan kami untuk kesekian kalinya...jangan biarkan kami merasakan hal yang sama sakitnya disaat kami harus saling melepaskan...
Andai Tuhan Mengizinkan Kita Bersama (lagi)
Tuhan aku sangat mengharapkannya namun aku terlalu takut untuk mengulanginya. Jika Engkau mengizinkan kita bersama (lagi) apa mampu kita seperti dahulu? lebih baikkah atau justru lebih buruk? apa izin itu untuk selamanya atau hanya untuk sesaat? mampukah kita membangun segalanya yang telah hancur menjadi seperti sedia kala? akan lebih bahagia atau akan lebih membuat kita menangis? Tuhan... izinkan segalanya untuk selamanya...
aku tak pernah berfikir akan kata 'terpisah' ketika kita menghabiskan waktu bersama...
aku tak pernah bertanya kapan kita 'terpisah' ketika kita bahagia...
aku tak pernah ingin tahu mengapa kita 'terpisah' ketika aku selalu tertawa bersama...
namun...
aku selalu berfikir untuk apa 'terpisah' kita kita selalu menghabiskan waktu bersama...
aku selalu bertanya kapan kita 'terpisah' ketika kita selalu merasa bahagia...
aku selalu ingin tahu mengapa kita 'terpisah' ketika kita mampu selalu tertawa bersama...
Dan ketika kita terpisah...
aku lebih mengerti apa arti kata 'terpisah'...
aku lebih menghargai apa arti kata 'kebahagiaan'...
aku lebih menyukai 'tertawa' daripada 'menangis'...
akhirnya aku menyadari...
aku menyadari arti kehadiranmu disisiku...
aku menyadari apa itu arti rasa kasih sayang sebenarnya...
aku menyadari bahwa kamu adalah alasanku bahagia...
Dan akhirnya aku lebih menyadari segalanya Ketika Kita Terpisah...