“Dari semua yang pernah singgah, kau adalah satu-satunya yang tak ingin ku pindah.”
“Dari semua yang pernah mengecewakan, kau adalah satu-satunya yang selalu kumaafkan.”
“Dari semua yang pernah singgah di hati, kau adalah satu-satunya yang enggan pergi.”
“Dari semua yang pernah kucintai, kau adalah satu-satunya yang tak mampu kubenci.”
“Dia super sibuk.
Pikirannya dipenuhi dengan urusan bisnis.
Dia lebih memilih pemikiran kritis dibanding drama romantis.
Dia lebih menyukai cerita nonfiksi dan berita membosankan dibanding cerita cinta yang indah.
Dia bukan tipe lelaki yang setiap detik memberi perhatiannya dan bertanya apa kabar.
Tapi…
Dia tetap mencuri hatiku"
"Setelah orangtuaku, namamu yang kusebut diam-diam dalam doaku kepada Tuhan."

